Bab 2. Dia tidak berubah.

2140 Words
Karina menggigit bibir dalamnya. apa - apaan ini?. dia tidak mengerti apa yang terjadi. " pak Rama ?. " " hani, kamu kok bisa disini ?. " semua hening. melihat interaksi Hani dan calon suami karina. " ya, saya disini ikut reuni sekolah saya pak. bapak, juga ikut reunj?. memangnya bapak alumni sekolah ini ya?. kok saya gak pernah lihat bapak dulu ?. " " oh, enggak , enggak gitu. saya kesini menemani calon istri saya. karina. " hani mengalihkan pandangan ke samping kiri Rama, nampak karina sedang menatap lurus ke depan. sama sekali tidak memandangnya. Bukankah ini karina sahabatnya dulu ?. Dalam hatinya, Hani terkejut, karena ternyata calon istri dari atasannya adalah sahabatnya dulu. Dia menjadi penasaran, bagaimana mereka bisa saling mengenal. Dan, bagaimana mungkin wanita seperti karina bisa memiliki calon suami seperti Rama ?. seorang Manager ditempanya bekerja sekarang?. bagaimana mungkin?. seorang karina ?. Hani tidak percaya. " kalian, saling kenal kan?. " tanya Rama pada karina dan Hani. " ya jelaslah mereka saling kenal. mereka kan dulu sahabatan. Best friend banget. " Dion yang menjawab. " oh ya?. kebetulan sekali, calon istriku adalah sahabatmu. " Rama menatap karina, memegang tangan wanitanya. Mata Hani melirik kedua tangan yang saling bertaut dibawah meja. Karina diam saja. dia benar - benar mulai merasa tidak nyaman. bukankah Hani tidak datang? lalu apa ini?. karina membatin. " tentu pak kita saling kenal kok. saya dan karina bersahabat baik dulu, bahkan kita selalu satu meja. iya kan, karina ?. " Hani tersenyum manis pada karina. Karina hanya menengok lalu mengangguk, tersenyum sekilas. " terus, kok kalian bisa kenal, gimana ceritanya ?. " kali ini Fatur ,teman karina yang lain ikut bertanya. " itu sih gak usah ditanya, pasti karina lah yang ngenalin mereka berdua. " sahut yang lainnya. seketika meja yang mereka tempati sangat menjadi ricuh. " kalian kenal dimana ?. " mega bertanya ,mewakili isi hati karina yang sedari tadi diam saja. berbeda dengan Hani yang selalu menebar senyumnya. hening lagi. " oh ,itu , kebetulan Hani bekerja di perusahaan yang sama dengan saya. " ucap Rama. dia tidak mengatakan Hani adalah asistennya. Rama merasa tidak enak saja untuk mengatakannya. " oh ,jadi benar. asisten baru rama yang bernama hani, adalah hani yang ini. " batin karina. mega menatap karina ,seperti meminta penjelasan. yang lain hanya menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Rama. " suami kamu mama Han?. gak di ajak?. " tanya mega. seketika senyum diwajah hani menghilang. " kamu gak tau Ga ?. suami hani kan meninggal dua bulan lalu. makanya ,aku pikir dia gak akan datang, karena masih berkabung. " dion menjawab. karina yang diam saja ,melirik ke arah Hani, nampak wanita itu tersenyum datar. ah, karina paling benci melihat senyum Hani yang seperti itu. seperti menyimpan sesuatu. " Tunggu, berarti Hani janda dong?. ah ,perasaanku makin gak enak aja . " Karina masih berbicara dalam hati. " Kar, kamu diam aja. ketemu sahabat lama kok gak excited ?. " suara seorang wanita nyeletuk, membuat karina yang sedang memutar - mutar minuman soda ditangannya tiba - tiba terdiam. " ya, hai Han . " hanya itu yang bisa karina katakan. Hani hanya membalas dengan senyum yang kini dibuat sangat manis. cih. batin karina. " kalian akan menikah?. kapan?. " Hani bertanya. Rama menengok ke arah karina, meminta agar kekasihnya saja yang menjawab. " ehm, dua bulan lagi. " " aku diundang gak ?. " Tanya hani. " iya ,datang saja ,undangannya nanti menyusul. " jawab karina dengan senyum yang dipaksakan " tentu aja aku datang. sahabat aku akan menikah dengan atasanku, pasti aku akan datang. " Hani meminum minumannya. mantan sahabat. Ralat karina dalam hati. " wah ,kalau kamu masih berhubungan sama karina ,pasti Rama ini juga bakal mengenal kamu juga. Bisa - bisa Rama akan lebih menyukai Hani dibanding karina. kamu untung banget Rin, Rama dulu gak kenal sama Hani, kalau Rama bertemu kalian disaat yang bersamaan, pasti yang sekarang jadi calon istrinya Rama itu Hani, bukan kamu. " Fatur mengatakan itu tanpa berpikir panjang. ya ,tentu saja Fatur mengatakan itu, karena hani dulu lebih populer dan lebih cantik dari karina. jika Hani dan karina bersama, cahaya karina akan tenggelam dengan pesona hani. Karina mengeratkan genggaman tangannya. Rama bisa merasakan itu. pasti kekasihnya tidak menyukai apa yang diucapkan temannya itu. " siapa bilang ?. sekalipun dulu aku juga mengenal Hani, pasti pilihanku tetap akan jatuh pada karina. " Rama tersenyum manis, menatap karina. Lalu merapikan anak rambut di dahi karina. membuat karina tersipu menundukkan kepalanya. " kalian gak tau kan?. berapa lama waktu yang aku habiskan untuk bisa mendapatkan hati karina?. " ucap Rama lagi. " cie. . . so sweet banget. " ucap yang lainnya. hani hanya memandang karina dalam diam. " udah udah . lanjut lagi acara reuninya ,kenapa jadi ngomongin aku sih?. " karina berkata sambil tertawa kecil. " kalian semua harus datang ya. undangannya nyusul. HARUS DATANG. " ucap karina menekan kan ujung kalimatnya. yang lain mengangguk ,lalu mereka membicarakan banyak hal. semua sibuk saling bertanya dan menjawab. sesekali mata Hani tertuju pada Rama, lalu menatap Karina. bagaimanapun Hani memikirkannya, dia masih belum menemukan jawaban atas pertanyaannya. Bagaimana mungkin Karina bisa memiliki kekasih seperti Rama?. karina yang sadar jika Hani sesekali mencuri pandang kepada dirinya dan Rama mencoba mengabaikannya. dia sama sekali tidak memberi hani kesempatan untuk bicara dengannya. begitu hebat luka yang dulu hani berikan pada dirinya, tapi lihatlah, hani bahkan tidak mengingatnya sama sekali. apakah Hani tidak tau ,bagaimana terlukanya karina ketika hani mengambil lelaki yang dia sukai?. dengan polosnya, hani mengatakan jika dia dan lelaki itu saling menyukai. dan berpacaran. " Ram, aku ke toilet dulu ya. " Karina pamit pada Rama. " aku anter gak ?. " " gak usah. kamu disini aja. " setelah mengatakan itu, karina bangkit dan meninggalkan kursinya. melihat Karina yang berlalu, hani mengekori dengan pandangannya. " Bapak sudah berapa lama menjalin hubungan dengan karina ?. " Hani menumpu dagunya dengan tangan kirinya, kepalanya menatap lurus ke manik mata Rama. " lama. cukup lama. " Rama mengingat - ingat. Mega yang melihat Hani seperti tertarik pada Rama segera menduduki kursi milik karina dan mengajak Rama untuk berbicara. " Gimana Ram ?. kamu suka dengan gedung untuk acara resepsi pernikahan kalian nanti ?. " Mega langsung memotong pembicaraan Hani dan Rama. hani yang melihat Mega ternyata sudah mengenal Rama kembali bingung. Apakah mega dan rama juga cukup dekat ?. obrolan mereka tidak terlihat seperti orang yang baru saling mengenal. " aku sih yes aja dengan pilihan karina. selama dia menyukainya, aku gak masalah. " " jangan lupa, minggu depan jadwal kalian fitting baju lho ya. " Mega mengingatkan lagi. " kamu bicara seperti itu, sepertinya kamu cukup tau ya proses pernikahan mereka ?. " Hani menyela. " iya dong. aku bukan cuma cukup tau, tapi aku terlibat langsung di dalamnya. kenapa ?. " " kamu dan karina berarti sangat dekat ya, bukankah waktu SMA dulu kalian tidak berteman?." Hani mengerutkan alisnya. Mega mengangkat bahunya acuh. " Memangnya ada yang salah?. dulu aku dan karina memang tidak dekat, tapi setelah lulus sekolah dan kebetulan kita kuliah ditempat yang sama, kami menjadi dekat begitu saja, sampai saat ini. " Hani hanya mengangkat alisnya , dalam hatinya tidak peduli. " kamu sendiri, bukankah kamu dan karina dulu bersahabat sangat dekat . kenapa sekarang kalian terlihat canggung?. bukankah seharusnya jika kalian benar bersahabat, kalian akan sangat bersemangat untuk pertemuan pertama setelah lebih dari satu dekade tidak bertemu?. " Mega melipat tangannya di d**a. Hani mengangkat bahu. " Aku sih senang dan bahagia - bahagia aja ketemu lagi sama karina, tapi sepertinya karina yang tidak antusias saat melihat kehadiran ku. " Mega tertawa mendengar ucapan Hani. " Aku permisi ke toilet. " ucap Hani. sambil berjalan ,hani bergumam dalam hati. Bukankah Karina dan mega dulu tidak berteman?. mereka bahkan berada di kelas yang berbeda. sungguh takdir yang unik. batin Hani. Hani masuk ke salah satu bilik toilet yang kosong, setelah selesai, saat dia membuka pintu toilet, terlihat karina sedang mencuci tangannya. melalui cermin besar yang ada didepannya, Hani melihat wajah karina yang tidak banyak berubah. " hai , Rin. lama gak ketemu ya. kamu apa kabar ?. " Hani membuka obrolan. karina hanya melihatnya sekilas ,lalu tersenyum tipis. " baik. " jawab karina singkat. hani memandang karina dari ujung rambut sampai ujung kaki. tatapannya terlihat seperti orang heran, tapi disaat bersamaan juga terlihat seperti meremehkan karina. " kamu mau nikah?. gak nyangka ya, calon suami mu adalah atasanku. Ternyata dunia memang sesempit itu. Dan lagi ,aku pikir dia single, soalnya gak pernah sekalipun pak Rama membicarakan tentang pernikahannya, atau bilang kalau dia sudah punya pacar. " ucap hani panjang lebar. Karina mengerutkan alisnya. " untuk apa dia memberi tahu mu?. haruskah seorang atas menceritakan kisah hidupnya kepada bawahannya?. kamu pikir kamu seistimewa itu?. " karina tertawa hambar. Hani tidak suka mendengar nada bicara Karina. " Padahal tadinya aku berpikir untuk menarik perhatian pak Rama, tapi sepertinya aku harus memikirkan ulang niatku, atau tidak usah ?. " Hani bertanya sambil bola matanya bergerak ke kiri dan kanan, nampak berpikir. mendengar itu, karina yang sedang mengeringkan tangannya dengan tissu terdiam. tissu ditangannya sudah dia remas menjadi tidak berbentuk. " hhmmppfff. . . " Hani menahan tawanya. " Bercanda kali Rin, serius amat. " hani tertawa melihat ekspresi karina. " Masa aku rebut cowok yang kamu suka lagi sih?. " hani membuka kran air, masih tertawa. jadi benar. Hani memang sengaja merebut lelaki yang dia sukai dulu?. padahal dulu, karina meminta hani untuk mendekatkan dirinya pada lelaki itu. karena karina tipe wanita pemalu, jadi dia tidak punya keberanian untuk lebih dulu mendekati lelaki yang dia suka. " iya ,kamu dulu pacaran sama Andri, padahal kamu tau sesuka apa aku sama andri. aku bahkan minta bantuan kamu untuk comblangin aku sama dia. tapi, malah kamu yang pacaran sama dia. " jawab karina getir. setiap mengingat moment itu, hati karina masih merasakan sakit. " ya ,aku cuma penasaran aja sih, apa yang bikin kamu suka sama dia. padahal dia adik kelas kita. ternyata setelah aku pacaran sama dia, biasa aja. " Jawab hani acuh. dia tidak melihat ekspresi kesal karina. penasaran?. jadi dia memacari andri hanya karena penasaran?. padahal saat itu aku sedang melakukan pendekatan sama andri. batin karina tidak habis pikir. " Aku sih dulu niatnya setelah satu bulan pacaran, mau aku putusin ,tapi ternyata dia tergila - gila banget sama aku. jadi ya gitu deh. mau aku putusin dia mohon - mohon terus sama aku. " Hani seperti sedang memamerkan pencapaiannya dulu. " kalau di pikir - pikir lagi, sebenarnya andri lebih cocok sama kamu, soalnya kalian sama - sama cupu dulu. " . tawa hani terdengar renyah. Karina mengeraskan rahangnya. " Eh ,jangan - jangan Andri juga datang hari ini. ini kan reuni lintas angkatan, kita kan angkatan 2008 ,ini acara angkatan 2007-2009 kan?. Andri satu angkatan di bawah kita. pasti seru kalau ketemu. siapa tau kamu bisa CLBK sama dia. " Hani terus saja berbicara seperti tidak kehabisan topik. CLBK ?. saat aku akan menikah dengan Rama?. apa wanita ini sudah gila sampai bisa berpikir seperti itu ?. batin karina. " aku duluan. " karina meninggalkan Hani, hani segera menyusul karina. saat mereka sudah sampai di meja, karina meminta Rama untuk segera mengantarnya pulang. " Ram, aku mau pulang. " " lho ,acaranya kan baru mulai. belum juga jalan setengahnya. " " ayo, aku mau pulang. " Karina terlihat tidak nyaman. Rama mengangguk. " Guys, aku pamit duluan ya. nanti undangannya aku kirim online via WA atau email ya. " " kok balik duluan Rin, acaranya kan baru mulai ?. " tanya dion sambil sibuk mengunyah sate kambing. " iya ,sory ya gak bisa lama - lama. aku ada acara yang lain. bye. " karina melambaikan tangannya ,yang diikuti oleh Rama. melihat Karina dan Rama meninggalkan acara, Hani juga ikut meninggalkan acara. dia mengekori karina dari belakang.Mega memperhatikan dalam diam. Rama dan karina berjalan sambil bergandengan. " kamu kenapa mau pulang?. " "gak apa - apa. kamu tau kan, aku memang gak nyaman berada dalam keramaian seperti itu. yang penting aku udah nunjukin muka, dan udah kasih tau rencana pernikahan kita. " Rama mengangguk. Dia memang sangat tau jika wanitanya ini tidak menyukai keramaian. Dia juga sudah menduga jika Karina akan segera meminta pulang ditengah acara. saat mereka sudah sampai di parkiran, Rama membukakan pintu mobil untuk karina. karina masuk, disusul Rama di kursi kemudi. saat Rama ingin menutup pintu mobilnya, sebuah tangan dengan jari lentik memakai cat kuku warna merah terang menahan pintu mobil Rama. Membuat karina dan Rama saling pandang. " Maaf pak Rama, saya boleh ikut menumpang ?. " Belum sempat Rama menjawab, Hani langsung membuka pintu belakang mobil. hendak masuk, namun sebuah tangan menarik lengan Hani, lalu menutup pintu dengan sangat kencang pintu belakang mobil Rama dengan kakinya. Hani yang kaget lalu menoleh. " Kamu. . . " - tbc -
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD