Sore sudah menjelang. Jam dinding sudah menunjukkan pukul empat sore. Azzam baru saja selesai menjalankan salat asar di atas ranjangnya. Sementara Artha, dengan setia masih menemani dan menjaga calon menantunya. “Selamat sore ....” Artha dan Azzam mendengar suara seorang laki-laki yang tidak asing lagi di telinga mereka. Goklas datang bersama Sahat. Mentari dan Herty tidak ikut serta. Azzam melarang Mentari untuk ikut ke rumah sakit. Selain membahayakan keselamatannya, Azzam juga mencegah pertemuan sebelum pesta pernikahan digelar. “Sore, Pak.” Azzam menyalami Goklas dengan hormat. “Bagaimananya keadaan kau, Azzam?” “Alhamdulillah ... Aku baik, Pak.” “Syukurlah ... ini bapak bawakan makanan. Ini sate kambing, bapak membelinya di kios yang penjualnya itu muslim. Jadi pasti amannya i

