Bugh ... Sebuah pukulan yang cukup keras, bersarang di rahang Anggiat. Azzam yang sudah terlatih karate sedari kecil, membalas perlakuan kasar Anggiat. Di tambah, pernyataan yang keluar dari bibir Anggiat, membuat telinga dan hati Azzam memanas seketika. Anggiat langsung tersungkur di atas lantai parkiran itu. Sudut bibirnya berdarah, seketika. Ke dua rekan Anggiat langsung menghampiri pria itu. “Tak apanya kau, Anggiat.” Anggiat menggeleng, netranya menatap Azzam dengan penuh dendam, “Habisi dia! Kalau perlu, bawa dia ke neraka sekarang juga!” Mendengar perintah Anggiat, ke dua rekannya langsung menyerang Azzam secara bersamaan. Hiyaaaa ... Bugh ... Plak ... Dsshhh ... Azzam yang sudah terlatih, tidak terlalu kewalahan menghadapi serangan dari kedua rekan Anggiat. Pukulan demi p

