WARNING!! Masih ada 21++ ya ... === ====== Pagi itu, rumah Lukman kembali ramai. Semua anggota keluarga Mentari berada di sana untuk sarapan bersama. Suasana yang hangat dan kebersamaan mereka begitu terasa. “Enak kalinya nasi goreng dikasih dedak rendang begini. Tak pernahnya kami makan seperti ini di Medan, hehehe.” Artha memuji makanan yang baru saja ia santap. “Alhamdulillah, syukurlah kalau mamak Mentari menyukainya.” Eli membalas. “Sukalah, enak begini. Kalau ada yang tidak suka, berarti gilanya orang itu. Iya’kan, Pak?” Artha mencuil suaminya. “Iya ... iya ....” Goklas terkejut ditoel istrinya. Pasalnya, ia tengah begitu menikmati sarapan yang ada di hadapannya. Semua orang tersenyum melihat tingkah kaku Goklas. Setengah jam berlalu, semua orang sudah menyelesaikan sarapan

