WARNING!! MASIH PART 21++, buat yang nggak kuat atau akan menimbulkan tegangan tinggi, TOLONG SKIP SAJA. === === === BAB 54 – Jebol Jam dinding sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Arta dan Goklas masih saja terjaga, duduk dengan santai di depan teras rumah kontrakan. Mereka berdua sama-sama kesulitan memejamkan mata, setelah seharian menjalani hari penuh drama. “Pak, akhirnya setelah ini, putri kita tidak akan tinggal di rumah kita lagi.” Artha tercenung menatap jalanan komplek yang sepi dan sunyi. “Iya, Bu. Tapi mau gimananya, kodratnya memang sudah seperti itu. Suatu saat nati pun, kita harus siap kehilangan Herty.” “Iya, Pak. Sedih kalinya aku membayangkan tak ada laginya gelak tawa dan keributan yang dibuat Herty dan Tari. Cepat kalinya waktu ini berputar.” Tak terasa, A

