> Lepas sore aku sudah sampai rumah dan menemui bu Ketut untuk menanyakan apa terjadi sesuatu yang buruk pada Fandi selama aku tidak ada. Aku bersyukur karena tidak terjadi hal-hal yang buruk padanya. Fandi dan Bapak sudah datang sejak sore tadi. Masih mengenakan payas madya atau pakaian adat yang biasa digunakan masyarakat Bali saat sembahyang, aku langsung menemui Fandi di kamar tamu. Lama aku menunggu, tapi Fandi belum juga muncul. Padahal pintu kayu dengan pahatan di sekitarnya ini sudah berkali-kali aku ketuk. "Lama banget sih bukanya?" tanyaku tak sabar. "Ganesha mana?" Bukannya menjawab pertanyaanku, justru Ganesha yang ditanyakan, menyebalkan. "Udah dijemput tadi, tapi tetep nggak mau pulang. Nanti kak Putu yang mau ngantar Ganes ke sini." Fandi hanya berdec

