> Sekembalinya dari Bali, gue dan Janny segera menghadap Papa untuk membicarakan soal kelangsungan hubungan kami setelah membawa restu dari Bapak Janny. Meskipun gue dan Janny akhirnya sepakat untuk mengambil jalan tengah dari masalah rumit kami, tapi Papa tetap nggak berani membuat keputusan sendiri. Akhirnya beliau mengajak kami berdua ke gereja tempat biasa Papa melakukan Misa mingguannya. untuk menghadap Pastor yang menjadi imam di gereja tersebut. Awalnya Janny enggan untuk masuk ke Gereja. Gue bisa memahami kegusaran di hatinya, tapi gue berusaha meyakinkan dia kalau semua akan baik-baik saja. Di dalam Gereja, Papa disambut oleh Pastor yang usianya lebih tua dari Papa, terlihat dari rambutnya yang hampir memutih sebagian. Papa menjelaskan maksud kedatanga

