> Fandi mengerti kegelisahanku. Dia membiarkanku berlama-lama sembahyang di Pura untuk mencari ketenangan dan mendapat wejangan dari panindita di sana. Fandi tidak segan untuk mengantar dan menjemputku, bahkan menjaga Ganesha untuk sementara saat aku sedang ke Pura. Aku tahu keputusan ini sangat melukai perasaan Bapak beserta keluarga besar, terutama leluhurku. Aku merenung dan memohon ampunan pada Sang Hyang Widhi. atas penyimpangan yang aku perbuat. Aku sadar dosaku sangatlah besar kali ini. Namun, waktu tidaklah bisa diputar ulang, menyesal seperti apa pun tidak akan mengembalikan keadaan. Namun, ada satu yang membuat aku sedikit bisa bernapas lega, meski menikah secara Katolik aku tidak diharuskan meninggalkan keyakinanku dan Fandi juga tidak pernah mencoba me

