22. Sebuah Rahasia Besar

2190 Words

> Aku sebenarnya tidak begitu memikirkan ucapan Kiara. Pada saat di Bali, Ganesha memang sudah pernah diperiksa oleh dokter THT, dan tidak ada masalah apa pun pada indra pendengaran maupun indra pengucapnya. Namun, karena Fandi terus memaksaku untuk membawa Ganesha ke rumah sakit, akhirnya aku memutuskan untuk membawa Ganesha ke dokter THT khusus anak-anak sesuai rekomendasi dari Kiara. Sesampainya di ruangan dokter Ganesha menatap awas dan melirik ke sekeliling ruangan. Dia yang selalu heboh dengan tempat baru mendadak nyalinya menciut melihat segala peralatan dokter di dalam ruangan serba putih ini. Ganesha memintaku untuk menggendongnya, bahkan dia sama sekali tidak mau turun dari gendongan. Seperti yang sudah-sudah, Ganesha memang tidak mengalami kelainan apa pun pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD