> Janny menahan lengan gue yang hendak beranjak dari sofa. Holly mother of Jesus!!! Mustinya tadi gue nggak menuruti kemauan Janny apalagi Mbok Dartik, yang membuat gue akhirnya terdampar di pesantren dan berhadapan dengan wanita nggak jelas yang sekarang gue ketahui sebagai Mama kandung, yang selama ini sudah gue anggap nggak pernah ada. "Fandi, ibu itu Mama kamu. Lebih sopan dikit bisa kan? Beliau yang udah melahirkan kamu ke dunia ini," timpal Janny mencoba untuk menahan emosi gue. "Mama aku sudah meninggal, honey. Kamu juga tau kan setiap malam Natal, aku juga mengadakan Misa Requiem untuk memperingati kematian Mama?" Wanita berjilbab itu terbatuk lalu tertawa meremehkan. "Mathius benar-benar raja tega," ujarnya lirih. Gue terganggu dengan kata-kata wanita itu yang terden

