Chapter 26

755 Words

Bian memasuki apartemennya dengan langkah lunglai. Ia memegang pipi nya yang nyeri.  Ia ingin memarahi Ivy, tetapi saat melihat istrinya tertidur di sofa hatinya mencelos. Ia berjongkok di depan Ivy, memperhatikan wajah istrinya yang lebam.  "Pasti sakit." Gumamnya sambil memegang pipi serta sudut bibir Ivy.  Tidur Ivy terusik, Bian segera berdiri.  Ivy mengucek matanya. Ia melirik jam di dinding sebentar. Sekarang sudah jam 2 pagi. Buru-buru Ivy duduk.  "Gue ambil P3K dulu," kata Ivy. Tetapi Bian menahan lengan istrinya itu.  "Lo ngapain sih selalu ikut campur urusan gue!" sentaknya.  "Gue khawatir," jawab Ivy. Ia memberanikan menatap mata Bian.  "Alesan!" sentak Bian.  "Gue tau lo sengaja biar ketemu si Arthur kan? Lo suka sama dia?" tuduh Bian.  Ivy menggeleng lemah, "Dia nolo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD