Chapter 12

792 Words

"Udah tengah malem, lo mau kemana?" tanya Ivy dengan suara serak. Sebenarnya ia sudah tidur tetapi ia terbangun karena haus.  Bian sedang memakai jaketnya sambil bercermin merapihkan rambut pirangnya.  "Keluar," jawab Bian pelan.  Ivy duduk di tepi ranjang sambil sesekali menguap, "Kemana? Emang gak bisa besok?" "Nggak." "Terserah lo," kata Ivy kesal lalu tiduran lagi, tidak jadi ke dapur untuk minum. Ia mencoba memejamkan matanya kembali.  Bian mengambil kunci motor yang berada dekat televisi, lalu keluar dari apartmen. Menuju tempat balapan dengan motor trail hitam nya.  Sesampainya di tempat balapan Bian langsung di sambut dengan wajah songong Jeka.  "BUGATTI" "FERRARI" "DEALL!" Taruhan yang cukup fantastis bukan? Kalian tentu ingat, Bian anak pengusaha nomor 1 di Indonesia d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD