Chapter 10

876 Words

Bian kembali ke apartemen setelah mengantar Tamara pulang. Ia ke dapur untuk mengambil air putih.  Ivy membuka pintu apartemen, ia baru pulang dari kafe. Langkah nya berhenti saat bertemu Bian. Bian menatap Ivy tanpa berniat berbicara.  Lalu Bian melengos begitu saja duduk di sofa sambil menyalakan televisi.  Ivy berjalan ke arah kamarnya. Ia duduk di tepi kasur. Dengan kasar Ivy melempar tasnya di kasur.  Ia beranjak untuk menatap pantulan dirinya di depan cermin.  "Gue cantik kok," ucapnya sambil merapihkan jaket yang terpakai di badannya. Ia memegang roknya sambil menatap cermin di depannya, "Muka gue juga gak tua." Kata Ivy yang memegang wajahnya.  Ivy membuka jaketnya lalu menaruhnya di gantungan. Sekarang ia memakai kaos putih polos yang di pasukan ke dalam rok berwarna biru mu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD