Chapter 39

691 Words

Ivy sedang mondar-mandir di depan televisi yang menyala. Sedangkan Bangga sudah tidur di kamar. Ia menunggu Bian yang belum pulang juga, padahal sudah jam 11 malam.  "Siapa yang mau percaya sama omongan lo! Sekarang aja lo gak inget pulang." Monolog Ivy dengan geram.  "Dasar!" Mungkin kalian bisa membayangkan ada dua tanduk di kepala Ivy. Betapa kesalnya dia menunggu Bian.  Mudah memang, cukup acuh! Tidak memperdulikan suaminya.  Tapi Ivy khawatir. Ia memang belum bisa seutuhnya memaafkan Bian, mungkin rasa khawatir ini adalah naluri seorang istri.  Sudah kesal sekali. Sampai-sampai Ivy menggigiti kukunya geram.  Saat terdengar suara pintu terbuka. Buru-buru ia duduk di sofa dengan mata lurus ke televisi dan berpura-pura cuek.  'Brak' "Bian!" teriak Ivy terkejut.  Ia segera memba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD