Kamu Bahagia?

2016 Words

"Kamu bahagia nikah sama abang?" Pertanyaan itu terdengar pelan namun berat. Datang dari seseorang yang selama ini terlihat santai dan ramah. Tapi malam ini, ada nada berbeda dalam suara Rasyid. Malam mulai tenang, dengan udara yang tidak terlalu panas dan hanya ada suara serangga dari balik taman kecil di luar rumah. Mereka berdua duduk di ruang keluarga, sofa yang tadi ditempati ibunya Khalil kini kosong. Sang ibu sudah berpamitan pulang, seperti biasanya—tanpa drama, tanpa banyak basa-basi. Rumahnya memang tak jauh, masih dalam kota, jadi tak perlu menginap. Tapi kepergiannya malam ini meninggalkan ruang sunyi yang justru membuka percakapan yang tak biasa. Raisa sempat menoleh, sedikit terkejut dengan pertanyaan itu. Ia butuh beberapa detik untuk memproses maksud dari pertanyaan yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD