Sedikit Iri

1655 Words

Hari mulai bergeser menuju sore. Langit di luar bangunan kos-kosan tampak kelabu dan sedikit mendung, seolah-olah siap menurunkan hujan kapan saja. Udara pun terasa agak dingin, menembus masuk lewat celah-celah jendela yang terbuka. Di dalam kamar kos tempat Tasya tinggal, suasana terasa begitu campur aduk. Di atas meja, sebuah laptop terbuka dengan halaman situs pencarian kerja yang sama, sementara di tangan masing-masing gadis, ponsel tak lepas dari genggaman. Layar-layar itu terus diperbarui, dimuat ulang, dibuka dan ditutup lagi seolah-olah dengan berharap demikian, kabar baik akan tiba secara ajaib. Memang benar, hari-hari setelah masa kelulusan terasa semakin berat untuk dijalani. Dunia perkuliahan yang dulu mereka jalani bersama kini telah berakhir, dan sekarang, tatapan semua or

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD