Malam semakin larut, jalanan kota mulai terlihat lebih sepi dari biasanya. Cahaya lampu jalan yang kuning hangat memantul lembut di permukaan kaca mobil yang melintas pelan. Sementara itu, di sisi lain kota, Tasya, Dian, Fika, dan Rara baru saja tiba di kawasan tempat mereka tinggal. Lokasi rumah atau kos Alena memang sangat jauh dari sini, bahkan suasananya pun berbeda jauh—jauh lebih mewah dan eksklusif dibanding tempat tinggal mereka. Makanya, setiap kali mereka pulang dari kampus atau habis jalan-jalan bersama, arah pulang mereka selalu berbeda. Hari itu rasanya sangat melelahkan. Sangat melelahkan. Mulai dari urusan di bank, tugas-tugas kampus, revisi skripsi yang tak ada habisnya, hingga sedikit drama kecil yang entah kenapa membuat suasana hati menjadi tidak enak seharian. Namun s

