135 | Kejutan

1205 Words

Barra hanya terkekeh saat istrinya turun lebih dahulu ketika mereka tiba di panti untuk menjemput Kenzo dan juga Keandra. "Ayah sama Ibu kok cepet pulangnya?" Kenzo bertanya. "Lho? Memangnya Ken gak suka ibu jemput?" Annisa balik bertanya. "Bukan, Bu. Tadi ibu bilang bakal agak lama," sahut anak laki-laki itu. "Iya. Gak jadi." Annisa menjawab singkat. "Ayo, pulang!" Karena sebelumnya sudah pamit pulang, ia lebih dahulu keluar meninggalkan anak dan suami. "Ibu kenapa, Yah?" tanya Kenzo, merasa sikap ibunya tidak seperti biasa. "Lagi kumat macannya," jawab Barra sambil terkekeh. "Macan apa?" Keandra bertanya. "Manis dan cantik," balas Barra sambil mengangkat tubuh sang putri dan menggendongnya. "Sama kayak putri ayah yang satu ini, manis dan cantik tapi suka ngambekan." Mengecup pipi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD