"Sayang, kamu masak banyak banget," komentar Barra saat melihat istrinya tengah sibuk di dapur. "'Kan kita mau jenguk Tante Ariani, Mas." Tanpa menoleh Annisa menyahuti. "Oh. Jadi?" Annisa menghentikan kegiatan, menoleh pada suami. "'Kan malam tadi aku udah bilang sama Mas. Mas juga setuju buat antar aku. Tapi kalau Mas gak mau, ya gak apa-apa juga sih. Aku bisa pergi sendiri." Setelah bicara ia kembali pada kesibukan. "Iya. Aku temani. Gitu aja ngambek." Pria itu terkekeh. "Sini aku bantu!" "Gak usah. Ini udah selesai kok. Tinggal masukin ke tempat aja," sahut Annisa. Barra menoleh ke ruang tengah di mana anak-anaknya sedang menonton televisi kemudian kembali menatap istri. "Anak-anak, gimana?" "Mas bilang mau titipin mereka sama mama." "Tapi masalahnya mama tadi ngabarin aku kala

