Extra Part : Bertemu Suster Ika

1006 Words

"Tumben pagi ini Mas gak muntah-muntah," komentar Annisa saat suaminya keluar dari kamar mandi dan ia sedang meletakkan pakaian kerja suami di atas tempat tidur. Barra mengernyit. "Iya juga, ya, Sayang. Aku baru ngeh lho," sahutnya sambil tersenyum senang, berharap setelah ini tidak ada lagi drama pagi seperti hari-hari sebelumnya. "Bagus, dong. Mas bisa sarapan bareng sama anak-anak. Udah lama lho Mas gak sarapan bareng Kean dan Ken," ujar Annisa seraya memakaikan kemeja di tubuh suaminya. "Iya, Sayang. Tapi itu 'kan bukan maunya aku. Anak kamu tuh yang usil, mau ayahnya tau gimana kerepotan ibunya dulu," sahut Barra kemudian mengecup kening istri yang berdiri di hadapannya. Annisa hanya terkekeh. "Gimana kabar Tante Ariani?" tanya Barra, mengingat istri kemarin menjenguk wanita itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD