"Pagi, Ibu," sapa Kenzo yang baru keluar dari kamar. "Pagi, Sayang," balas Anisa, "Kean mana? Nggak sekalian bareng sama Ken?" Kenzo menggeleng. "Enggak, Bu. Pintu kamarnya masih ketutup." "Ya sudah. Mungkin bentar lagi juga keluar. Kenzo sarapan duluan aja. Nanti keburu Om Alan datang buat jemput." "Hari ini aku dan Kean diantar Om Alan?" Anak laki-laki itu bertanya. "Iya, Sayang." "Ayah di mana Bu?" Kenzo bertanya lagi karena belum melihat ayahnya di meja makan. "Ada di kamar, Sayang." "Memangnya ayah masih mual-mual, ya, Bu?" Anisa tersenyum kemudian mengangguk, membenarkan pertanyaan sang anak. "Kasihan ayah. Tiap pagi pasti mual-mual," ujar Kenzo, merasa iba pada ayahnya. "Nanti juga nggak, Sayang. Paling sebentar lagi juga Ayah kembali kayak biasa. Udah, Ken jangan pikirin

