44 | Permintaan Maaf

1682 Words

Sabiya tahu ini adalah sebuah kesalahan. Dalam satu hubungan pernikahan, menemui seseorang yang datang dari masa lalu tanpa seizin pasangannya adalah kesalahan besar. Sabiya paham hal itu. Namun entahlah. Sabiya tidak bisa mengontrol kinerja otaknya dan keinginan hatinya yang tidak tertebak. Sudah kesekian kali Sabiya mengabaikan pesan yang dikirimkan sebuah nomor yang mengaku Alvaro. Tidak membalasnya, hanya membaca sekilas kemudian langsung Sabiya hapus. Sabiya bahkan sempat memblokir nomor yang mengaku Alvaro itu agar tidak lagi mengganggunya. Sayangnya, lelaki itu justru bertekad lebih kuat. Terus menghubungi Sabiya dengan nomor baru. Memaksanya untuk bertemu karena ada banyak hal yang harus Alvaro bicarakan bersama Sabiya. Selama gangguan itu, tidak sekalipun Sabiya mengutarakanny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD