Tolong tarik lagi ucapan kamu!

1579 Words

Apa Nayna harus bilang, kalau sebenarnya dia malu. Karena dia berani mendaratkan bibir di area yang paling sensitif di wajah Gibran. Gibran menahan tangan Nayna saat gadis berambut hitam itu hendak membuka pintu mobil. Nayna menoleh. “Kak Gibran sayang kamu.” Nayna mengangguk. Tapi Gibran masih menahan tangannya. “Kak Gibran mau kamu jawab.” “Jawab apa? kak Gibran nggak lagi nanya, ‘kan?” “Sekarang kak Gibran nanya. Kamu sayang sama kak Gibran?” Nayna mengangguk. “Apa? Kak Gibran nggak butuh anggukkan.” “Iya. Aku sayang. Nayna memberi jeda. “Kamu.” Gibran tersenyum. “Kalau gitu tarik lagi ucapan kamu yang tadi. Meski cuma dua minggu, tapi kak Gibran yakin kak Gibran nggak bisa.” “Kalau gitu seminggu?” Gibran menggelengkan kepala. Dia membelai pipi Nayna. “Bahkan satu hari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD