Jeritan Hati

1744 Words

“Perjuangan apa tante? Justru saya datang sebagai Ayra pada kak Gibran untuk memanfaatkannya.” Suara lembut Nayna, benar-benar membangkitkan gelora jiwa pria yang sedari tadi sedang memperhatikannya tanpa tahu malu. “Justru om bersyukur karena akhirnya ada seseorang yang berani memanfaatkan dia.” Nayna mengulum senyum. “Jadi kapan Nayna siap di nikahi?” Pertanyaan Susan membuatnya terkena serangan jantung mendadak. Sehingga dia tak sanggup berkata apa-apa. “Sayang, kamu ditanya,” bisik Nova. Nayna membasahi bibir, sebagai cara melenyapkan kegugupannya. Dia kembali mengatur napas. Lalu memejamkan mata, sesaat kemudian bibirnya bergerak merangkai kalimat indah yang berhasil membelai lembut telinga Gibran. “Bismillah … mungkin setelah wisuda, Om, Tante.” Jantung Gibran berdenyut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD