Perlahan Gibran mendekatkan wajahnya, sementara Nayna mencoba mundur, gadis itu memegang sabuk pengaman dengan erat. “Aku tuh nggak suka, tadi tuh kak Gibran terlalu nunjukin sisi lain kakak, gaya-gaya playboy gitu tuh aku nggak suka.” Dia mencoba tenang, meski jantung berdebar lebih kencang dari sebelumnya. Tiba-tiba Gibran mundur dan duduk ke posisi semula, dia mencengkram setir mobil, Sialan si Oji, katanya semua cewek suka dengan gaya cowok yang seperti itu. Gibran kembali menoleh pada Nayna, “Apa karena Mileas sama Dahlan?” kekehan Gibran langsung mendapat pukulan manja dari Nayna. “Namanya Dilan,” pekiknya. “Kirain dah ganti.” “Nggak pernah ganti, emang namanya gitu.” Nayna melipat tangannya di bawah d*da. Entah kenapa Gibran itu tidak cocok menggombal seperti yang sering Oji la

