Datang Bulan apa?

1912 Words

Nayna membenamkan wajahnya di bawah bantal, sementara lututnya menekuk menahan kram perut yang mendera sedari dia bangun tidur. Telepon terus menerus berdering tak ada hentinya sehingga mengurangi daya baterai, mau tak mau Nayna harus segera menjawab panggilan dari orang yang sama. “Apa sih, Kak?” tanyanya ketus. Gibran mengernyit. Bukankah semalam saat dia meneleponnya, gadis itu masih baik-baik saja. [Kamu kemana aja sih, saya telepon dari tadi juga, nggak diangkat-angkat] omel Gibran. “Kakak mau apa telepon aku?” [Kan jemput kamu, udah dua puluh menit  saya nunggu kamu di depan gerbang.] “Astaga, aku izin ya.” Nayna meringis. [Kamu kenapa?] "Aku sakit, nih.” [Sakit apa? Bukannya semalam baik-baik aja?] “Mau dateng bulan kayaknya,” jawab Nayna sembari terus meringis. [Datang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD