Kayak Lihat Kunti

1608 Words

Nayna menatap langit-langit kamarnya. Dia tersenyum gemas saat bayangan wajah kaget Gibran melintas di pikirannya. “Lucu.” Dia juga teringat kembali sorot mata Gibran saat menatapnya. “Kayak lihat kunti,” imbuhnya sembari berbalik dan tengkurap. Dinda tertawa. “Dia masih takut aja lihat elo?” Nayna menyangga dagunya dengan tangan. “Nggak tahu sih, tapi tadi pas dia lihat gue, lama banget, kayak yang nggak percaya, kalau gue masih hidup.” Dinda kembali tertawa. “Lucu ya.” Nayna menoleh dan menatap Dinda. “Bukannya menurut elu dia itu aneh?” “Iya sih, lebih banyak anehnya dibanding lucunya.” Tawa menggema. Kedua sahabat itu menertawakan penderitaan orang lain, bukan tega, hanya saja Nayna juga harus bahagia. Dinda tidak ingin melihat sahabatnya itu terus-menerus bersedih. “Elu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD