"Mr. Mono ? Wah selamat datang di kantor saya. Ayo silahkan duduk,"
Pradana wijaya menyambut senang Mr. Mono yang baru saja datang ke kantornya. Pria itu tidak menyangka seorang CEO dari salah satu perusahaan ternama datang berkunjung ke kantornya.
"Suatu kehormatan bagi saya dikunjungi CEO sukses seperti anda," ucap pradana tak henti-hentinya mengucapkan rasa senangnya atas kedatangan salah satu CEO tersukses di Asia itu.
Mr.Mono yang mendapat sanjungan seperti itu hanya menyunggingkan senyumnya sebelum kemudian menyuruh asistennya untuk menyampaikan tujuan kedatangannya kesini.
"Tujuan Tuan Mino datang ke kantor tuan Pradana adalah untuk menawarkan kerjasama dalam pembangunan Hotel mewah yang akan di bangun di beberapa kota di Indonesia nantinya,"
Mendengar penawaran itu membuat pradana tersenyum senang , ini adalah proyek yang sudah sangat lama ia inginkan. Proyek yang dikerjakan perusahaan MRX Corp tidak lah main-main , partner yang bekerja sama dengan perusahaan itu akan mendapat keuntungan yang luar biasa. Jadi tidak heran jika pradana sangat menginginkan kerjasama ini.
"Sebelumnya saya minta maaf , bukankah setahu saya perusahaan anda sudah bekerja sama dengan JM corp untuk proyek pembangunan hotel mewah itu ?" tanya Pradana. Pria itu sudah tahu jika sebelumya MRX Corp bekerja sama dengan JM Corp yang tak lain adalah perusahaan Jervanos Malvori untuk proyek pembangunan hotel mewah ini.
"Kami sudah memutuskan kerjasama dengan perusahaan itu. Perusahaan itu sedang berada dalam masalah , saya tidak ingin masalah itu akan mempengaruhi proyek yang akan saya kerjakan nanti," jawab Mr.Mono menanggapi pertanyaan pradana.
Pradana tersenyum senang , bagus semuanya berjalan sesuai rencana.
"Saya sangat senang mendapat tawaran kerjasama sebesar ini. Dengan senang hati saya akan menerimanya,"
"Baiklah , saya akan meminta asisten saya untuk mengurus kontrak kerjasama kita nanti. Terima kasih anda sudah menerima tawaran saya,"
"Tidak. Seharusnya saya yang mengucapkan terima kasih. Terima kasih Mr.Mino sudah percaya dengan perusahaan saya untuk bekerja sama dengan perusahaan anda,"
Mr.Mino hanya mengangguk , pria paruh baya itu kemudian beranjak berdiri untuk berpamitan karena beliau masih ada meeting yang harus dilakukan.
"Sekali lagi terima kasih MR.Mino , senang bekerja sama dengan anda,"
"Baiklah kalau begitu kami permisi,"
Pradana tersenyum puas begitu Mr.Mino dan beberapa staf nya sudah pergi meninggalkan ruangannya. Pria itu senang akhirnya semua rencananya berjalan dengan sangat lancar.
"Kita lihat saja Jervanos Malvori , cepat atau lambat aku akan mengalahkan mu," gumam pradana dengan senyum evilnya.
,,,,,,,,,
Leona mendesah berat, gadis itu benar-benar bosan sekarang. Sejak tadi pagi sampai sore hari yang dia lakukan hanya berdiam diri di kamar nya sambil memikirkan bagaimana caranya bisa lepas dari jeratan jervan tanpa membahayakan ibunya. Berfikir dari pagi hingga sore tidak membuatnya menemukan titik terang cara untuk pergi dari ini.
"Arrghhh , tidak ada cara lain. Aku harus menemukan keberadaan ibuku disekap terlebih dulu. Setelah itu aku akan menyusun rencana untuk pergi dari sini bersama ibuku,"
Saat sibuk dengan pikirannya , tiba-tiba gadis itu mendengar suara mobil yang dia yakini adalah mobil jervan. dengan cepat gadis itu berlari keluar kamar untuk menyambut kedatangannya.
Jangan berfikir yang aneh-aneh kenapa Leona menyambut kedatangan pria kejam itu. Tadi pagi salah satu pelayan di rumah ini memberitahu jika dia harus menyambut jervan setiap pria itu pulang dari kantor, jika tidak maka sudah bisa dipastikan gadis itu akan mendapat hukuman yang sama seperti kemarin, atau bahkan lebih parah lagi.
"Oh selamat sore nyonya jervan," sapa Marvel yang baru saja memasuki rumah besar itu.
Leona mengerutkan kening nya bingung , kemana pria kejam itu ? Kenapa hanya ada anak buahnya saja yang datang ? Pikirnya.
"Dimana pria kejam itu ?" tanya Leona pada marvel.
"Pria kejam ? Maksud nyonya , tuan jervan ?"
Leona hanya berdehem menanggapi pertanyaan marvel.
"Tuan jervan mungkin akan pulang larut malam. Ada beberapa pekerjaan penting yang harus tuan jervan kerjakan di kantor," ucap marvel yang hanya dibalas anggukan oleh gadis didepannya itu.
Melihat gadis didepannya tidak mengucapkan apapun lagi lantas marvel berniat untuk pergi ke paviliun tempat nya tinggal. Namun baru Ingin melangkahkan kakinya , Leona lebih dulu menahannya.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya jervan ?"
"Ckk bisakah kamu tidak memanggil ku dengan panggilan menjijikan itu ?" kesal Leona karena marvel terus saja memanggilnya dengan sebutan 'Nyonya Jervan' , panggilan yang menurutnya sangat menjijikan.
"Maaf nyonya , tapi saya harus tetap memanggil nyonya dengan panggilan itu,"
Mendengar jawaban marvel membuat Leona menutar bola matanya malas. "Terserah. Aku butuh bantuanmu. Bisakah kamu membantuku ?"
Marvel mengangguk "Apa yang bisa saya bantu , nyonya ?"
"Tolong antarkan aku ke mini market. Ada yang harus aku beli,"
"Apa yang ingin nyonya beli ? Nyonya bisa menyuruh pelayan disini. Atau saya akan membelikannya untuk nyonya,"
"Tidak bisa! Ini harus aku sendiri yang beli,"
"Memangnya apa yang ingin nyonya beli ?"
Leona diam memikirkan jawaban apa yang harus ia katakan. Meminta antar ke mini market hanyalah alasannya agar bisa keluar dari rumah ini.
Melihat keterdiaman Leona lantas membuat Marvel mengerutkan keningnya bingung. "Nyonya , maaf apa yang ingin nyonya beli ? Saya bisa membelikannya untuk nyonya,"
"Pembalut !! Ah iya aku harus membeli pembalut ! Memang nya kamu mau membeli pembalut ? Kamu tidak malu ?" jawab Leona spontan. Di terlalu bingung harus menjawab apa.
"Baiklah kalau begitu biar saya yang membelikan untuk nyonya,"
Seketika Leona membulatkan matanya lebar ,apa dia tidak salah dengar ? Marvel akan membelikannya pembalut ? Yang benar saja ! Apa pria itu tidak malu ? Pikir Leona.
"Nyonya ? Pem--,, ah maksud saya merk apa yang biasa nyonya gunakan ?" tanya marvel ragu. Sejujurnya pria itu segan menanyakan pertanyaan privasi itu.
"Kamu yakin ingin membelikannya ? Kamu tidak malu ? Sudahlah biar aku saja yang membelinya sendiri. Kamu hanya perlu mengantarku saja,"
"Maaf nyonya , tapi tuan jervan menyuruh saya untuk tidak membiarkan nyonya keluar dari rumah ini. Nyonya tenang saja , saya akan meminta bantuan salah satu pelayan disini,"
Leona yang sudah benar-benar kesal dengan Marvel itupun langsung pergi tanpa mengucapkan apapun membuat marvel semakin bingung dibuatnya.
,,,,,,,,,
"Bagaimana ? Apa yang membuat MRX Corp tiba-tiba memutuskan kontrak kerjasama nya ?" tanya Jervan pada june yang baru saja datang ke ruangannya.
Pada akhirnya jervan meminta june untuk menyelidiki penyebab MRX Corp memutuskan kerjasamanya secara sepihak. Marvel yang sebelumnya ditugaskan untuk menyelidiki ini dia suruh pulang kerumah untuk menjaga Leona karena gadis itu terpantau dari cctv berusaha untuk kabur.
"Saya sudah menemukan penyebabnya tuan. Menurut penyelidikan saya , ada seseorang yang berusaha membuat isu buruk tentang perusahaan tuan. Orang itu membuat berita tentang perusahaan tuan yang dengan sengaja merebut paksa FNCE company dari tangan pemiliknya dengan cara membunuhnya. Dari berita itu MRX memutuskan untuk memutuskan kontraknya dengan perusahaan anda,"
"Kurang ajar! Siapa yang berani membuat berita sampah itu!" umpat jervan.
"Saya berhasil menangkap salah satu dari mereka. Mereka mengaku sebagai salah satu karyawan WJ company,"
"WJ Company ? Bukankah itu perusahaan milik keluarga Wijaya ?"
June mengangguk "WJ Company yang sekarang di tangani oleh Pradana Wijaya,"
Mendengar nama pradana wijaya membuat jervan tersenyum evil. "Rupanya si k*****t itu masih ingin bermain-main denganku. Baiklah , aku akan mengikuti permainannya," gumam jervan dengan tatapan yang sangat tajam.