"Siap, jenderal. Dan sebenarnya sejak beberapa menit yang lalu, aku sudah menyiapkan semuanya. Batalyon utama kita sudah siap tempur untuk menuju ke negara Krimea. Aku sendiri yang akan memimpin batalyon itu, jenderal," tegas Brigjen Brian. Jenderal Besar Raven bisa melihat kesungguhan hati Brigjen Bryan yang ingin bertanggungjawab atas kesalahan yang dilakukan Brigjen Brian walaupun sebenarnya itu juga tidak bisa dibilang kesalahan karena nyawa puluhan ribu prajurit berada di dalam keputusan yang dilakukan oleh Brigjen Bryan waktu itu. Tapi mengingat akan keselamatan Wilona, maka Jenderal Besar Raven hanya bisa menghembuskan nafas berat. Dia sangat khawatir akan keselamatan Wilona. ** Di tempat lain, mata Wilona berbinar-binar dengan nafas yang terengah-engah saat dia berlari semakin

