PoV Ian) Aku bergegas melajukan mobil untuk pulang ke rumah setelah mengantar Dita. Ibu pasti tau kalau aku akan bertemu Dita hari ini makanya Ibu menelpon dan memintaku untuk segera pulang dengan alasan sakit. Aku berencana akan mengungkapkan semua perasaanku kepada Ibu sesampai di rumah nanti. Perasaanku kepada Dita sangat besar, dan niat untuk menikahinya sudah bulat. Hanya Dita yang cocok untuk mendampingiku. Sesampai di rumah, aku langsung menemui Ibu di dekat kolam renang. Benar dugaanku Ibu hanya berpura-pura sakit agar aku segera pulang. Aku mencoba menahan amarahku dan menghampiri Ibu. Disana, Ibu sedang asik makan kue dan teh. Aku menyentuh bahu Ibu dan Ibu menengok ke arahku. "Ian, kamu sudah pulang?" "Iya, Ibu sedang apa di sini malam-malam?" "Sedang tunggu kamu." "Tap

