Dua Puluh Dua

1594 Words

Aku melihat HPku ternyata Ian yang menelpon. "Iya, kenapa Ian?" "Kamu sudah di kereta Dit?" "Belum, aku dan Mama baru selesai buka puasa. Jadwal kereta nanti jam 19.47 WIB. Kenapa?" "Terus sampai Stasiun Senen jam berapa? "Dini hari Ian, jam 02.59 WIB kalau tidak ada keterlambatan." "Aku jemput boleh ya?" "Nggak usah, nanti kamu capek. Nanti aku pesan taxi online saja." "Kamu nggak kangen sama aku memangnya Dit? kan kita udah lama nggak ketemu." "Kamu apaan sih?" "Aku jemput ya Dita cantik yang baik hatinya?" Aku berdecak, "Ya udah terserah kamu aja. Nanti kabarin kalau sudah sampai stasiun" "Pasti, assalamualaikum." "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Selesai berbuka puasa dan shalat, aku dan Mama segera berjalan menuju stasiun kereta. Kereta yang akan kami naiki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD