KETIKA suara ketukan pintu yang terdengar sangat brutal itu masuk ke dalam indra pendengaran Shanin, mata sipit gadis itu sontak terbuka dengan lebar. Dalam beberapa saat, gadis itu terlihat terdiam untuk memastikan bahwa dirinya tidak berhalusinasi terhadap suara bising yang tadi sempat ia dengar. Saat ketukan pintu kembali berbunyi untuk yang kesekian kalinya, barulah Shanin bangkit dari posisi tidurannya menjadi duduk. Sebelum sempat membuka pintu kamarnya untuk mencari tahu siapa sang pengganggu, pintu berwarna cokelat itu sudah lebih dahulu terbuka, menampilkan sesosok pangeran tampan yang saat ini tengah tersenyum sumringah. "Wake up, sleepyhead!" Raynzal mengeluarkan suaranya, masih tak menghilangkan cengiran yang membuat cowok bertatto itu semakin terlihat tampan. Dengan mata

