67. Menghilang Setengah

2289 Words

ARGA menutup pintu luar saat dirinya selesai mengantar Derren ke pintu gerbang. Berjalan menuju kamarnya dan berakhir mematung di depan pintu. Menyadari sesuatu yang dirasa hilang, Arga beralih, kakinya menghampiri kamar Shanin yang sudah seharian ini tidak dirinya temui. Takut kalau gadis itu menjadi pelampiasan emosinya disaat amarahnya tidak stabil seperti ini. Jadi lebih baik ia tak menemui Shanin untuk sementara waktu. Sampai di depan kamar lamanya yang saat ini sudah menjadi hak paten Shanin, Arga mengetuk pintu. "Nin?" Tak ada jawaban, ketukan kedua kembali Arga lakukan, "Nin? Tidur?" Lagi, tak ada jawaban dari kamar itu. Awalnya Arga mengira kalau Shanin sudah tertidur karna haripun sudah larut. Namun begitu suara benda jatuh dari dalam ruangan itu terdengar di telinga Arga,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD