"YAKAN, Cad?" Pandangan Richard beralih kepada Steve dengan kedua alisnya yang terangkat. Menandakan kalau ia tak mengerti apa maksud dari pertanyaan sahabatnya itu. "Yakan apanya?" Steve mendatarkan wajahnya, "Waktu di La Favela, lo di ajak kenalan sama cewek mirip awkarin, kan?" Dengan bingung Richard mengangguk, tak mengerti sama sekali dengan pembahasan yang tengah teman-temannya bicarakan. Walau mereka sudah berada di cafe selama lebih dari tiga jam, nyatanya Richard sama sekali tidak tertarik untuk mendengarkan Steve, Raynzal dan Al yang tengah heboh bercerita. Fokusnya hanya tertuju pada ponsel miliknya yang sedang menampilkan games catur. Sama seperti Arkan dan Arga yang juga memilih untuk bermain games pada iPadnya masing-masing. Hanya Derren saja yang menjadi pendengar setia

