39. Sindiran (Tidak) Halus

1334 Words

SELESAI mengambil beberapa bajunya dari rumah untuk acara menginapnya dirumah Arga, Shanin segera menyusul para cowok tampan itu ke sebuah cafe yang berada dekat sekolah mereka dengan di temani taksi biru. Kehadirannya segera disambut dengan senyum manis Arkan yang sudah lebih dulu melihat Shanin dari kaca jendela cafe. Sedangkan Richard yang baru menyadari tas kecil ditentengan gadis itu terlihat bangkit dari posisi duduknya untuk menghampiri Shanin dan membantu gadis mungil itu membawa tasnya. "Ngeyel banget, udah dibilang dianter aja, masih ngotot mau naik taksi." Omel Richard yang baru saja selesai membukakan pintu cafe itu untuk Shanin, mempersilahkan gadis itu masuk. Shanin hanya menjawabnya dengan cengiran sebelum mereka sampai pada meja bundar bernomor 15. Arkan terlihat bangk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD