"INI pada kenapa!?" Mata Shanin membulat begitu Arkan tiba-tiba saja ambruk dipelukannya tepat saat dirinya membuka pintu rumah Arga. Raynzal yang terlihat memapah tubuh Steve dan Al dikedua tangannya hanya tersenyum singkat sebelum berjalan masuk melewati Shanin. Sedangkan dibelakang cowok itu, mata Shanin segera disambut oleh Arga dengan satu tangan yang membopong Derren. "Abis pada minum?" Shanin berusaha membangunkan Arkan yang masih saja menempel pada tubuhnya, namun jelas saja usahanya tak akan berhasil. Arkan benar-benar tengah dilanda mabuk yang parah. "Kenapa gak minum di rumah aja, sih?" Shanin mengomel dengan tangan yang sibuk mengelus-ngelus punggung Arkan, "Arkan? Bangun! Shanin gak kuat bawa Arkan ke dalem, berat!" Cowok di pelukan Shanin itu hanya menggeram tak jelas,

