Pagi pun tiba, Hana membuka matanya perlahan yang pertama dia lihat adalah selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Hana merasa sakit di sekujur tubuhnya terutama bagian bawahnya. Saat itu Hana sadar itu bukan mimpi. Hanapun mulai menangis, dia sadar bahwa sekarang dia sudah tidak perawan lagi.
Sam pun mulai terbangun saat mendengar isak tangis Hana. Laki-laki itu terkejut dengan situasi yang terjadi di kamar tersebut.
"Hana, apa yang sudah terjadi?" tanya Samuel yang masih kebinggungan dan mencoba mengingat apa yang sudah dia lakukan semalam.
"Br****ek kamu Sam,"ucap Hana dengan nada tinggi.
"Hana, Han maafin aku. Aku bener-bener gak sadar tadi malem. Maafin aku Han," ucap Sam dengan penuh penyesalan. Sam mencoba menyentuh tangan Hana tapi Hana langsung menepis tangan Sam.
"Jangan pernah sentuh aku, Aku jijik sama kamu Sam, Aku benci sama kamu."ucap Hana dengan penuh emosi
"Maafin aku Han, aku akan bertanggung jawab." ucap Sam dengan penuh penyesalan
Hidup Hana hancur sehancur hancurnya. Keperawanan yang dia jaga selama ini harus di renggut oleh orang yang dia benci. Hana tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada hidupnya nanti.
Hana memunguti bajunya yang berserakan dan mulai berjalan kearah kamar mandi dengan selimut yang menyelimuti tubuhnya.
Sam yang melihat Hana susah payah berjalan sangat menyesali perbuatannya. Rasa sakit mulai menjalar di hatinya kala mendengar Hana menangis sambil menahan sakit saat dia berjalan.
"Sial, siapa yang masukkan obat sialan ke minuman gua" Teriak Sam emosi.
Saat pintu kamar mandi ditutup tubuh Hana langsung merosot, dia menangis sekeras kerasnya. Hana merasa jijik dengan tubuhnya sendiri. Dia merasa sudah kotor
"Apa yang harus aku lakukan sekarang ya Allah, aku sudah kotor."raung Hana
Selama apa pun dia menangis itu tidak akan mengembalikan apa yang sudah terengut.
Hana melihat pantulan dirinya di cermin kamar mandi. Banyak sekali tanda kepemilikan yang Sam buat pada tubuh Hana. Dan itu benar-benar membuat Hana bertambah hancur.
Hana mulai berjalan kearah bathtub. Dan mulai menguyur tubuhnya dengan air. Dia menangis sejadi-jadinya mencoba merendam hatinya yang terluka dengan guyuran air.
Diluar kamar mandi, Sam yang sudah memakai baju menunggu Hana dengan perasaan bercampur aduk. Dia marah pada dirinya sendiri kenapa sampai bisa melakukan hal itu pada Hana.
Sam mulai mengigat kejadian tadi malam saat di pesta. Setelah meminum alkohol yang di sediakan oleh pelayan dia merasakan panas pada sekujur tubuhnya. Dan saat Sam hendak ke kamar entah setan dari mana yang membuat dia malah menarik tangan Hana ke kamar dan memper****nya.
Sam merasa mejadi orang paling bren***k sedunia. Dan saat itu Sam sadar dia melakukan itu tanpa pengaman.
'Bren***k. Bagaimana kalau Hana sampai hamil. Sial. Sialan kamu Sam.'umpat Sam dalam hati.
Entah sudah berapa lama Hana dikamar mandi. Sam pun mulai cemas. Dia mencoba mengetuk pintu kamar mandi
Duk Duk Duk
"Han, buka pintunya han." ucap Sam seraya mencoba membuka pintu kamar mandi
Pintu kamar mandi pun terbuka. Hana keluar dengan menggunakan gaun yang semalam dia gunakan. Sam yang berada tepat di depannya tertegun melihat wajah pucat Hana.
"Minggir lue" ucap Hana ketus tanpa menoleh sedikitpun pada Sam
"Han, kita harus bicara" ucap Sam meraya mencoba mengenggam tangan Hana.
Hana buru-buru menghindar.
"JANGAN PERNAH KAMU SENTUH AKU, SAMUEL." bentak Hana
Sam kaget mendengan bentakan Hana. Karna selama ini Hana yang dia kenal tidak akan membentak dia seperti itu.
"Oke kalau kamu gak mau aku sentuh. Ijinkan aku untuk ngomong sama kamu"ucap Sam sambil menangkupkan kedua tangannya.
Hana hanya terdiam. Hana tidak ingin mendengar sedikitpun apa yang Sam katakan. Dia melangkah menuju tas yang tergeletak di lantai dan mengambilnya. Dia merasa ingin sekali pulang dan istirahat. Bukan cuma hatinya yang sakit fisiknya pun tidak kalah sakit.
Sam yang melihat Hana hendak keluar dari kamar pun mencoba menghalanginnya.
"Kita harus bicara Han, Aku tahu aku salah. aku minta maaf. Tadi malam ada yang sengaja menaruh obat perangsang di minuman aku. aku benar-benar minta maaf han."ucap Sam mencoba menjelaskan situasinya tadi malam
Hana tetap diam. Dia tidak tau harus bagaimana menghadapi situasi ini.
"Biarkan aku pulang. Aku pengen pulang. Aku capek." ucap Hana dengan tetap tidak menoleh pada Sam
"Oke aku anterin kamu pulang" ajak Sam. Sam berharap di mobil dia bisa berbicara dengan Hana.
"Gak perlu. Aku bisa pulang sendiri." ucap Hana seraya mencoba menghindari Sam.
"Gak aku anterin kamu pulang. Aku gak bisa biarin kamu pulang dengan keadaan seperti ini Han."ucap Sam sambil menarik tangan Hana.
Hana hendak mencoba melepaskan genggaman tangan Sam tapi terlambat. Sam sudah memegang tangan Hana dengan kuat.
Mereka pun keluar dari kamar hotel tersebut. Dan berjalan menuju parkiran mobil.
"Masuklah. Aku antarkan kamu pulang" ucap Sam
Hana yang sudah mulai lelah, akhirnya menuruti kemauan Sam. Hanapun masuk ke dalam mobil Sam.
Mobil pun berjalan meninggalkan parkiran hotel tersebut. Didalam mobil baik Hana dan Sam hanya terdiam. Mereka sibuk dengan fikiran masing-masing.
"Han, aku janji aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu. "ucap Sam tiba-tiba.
Hana yang mendegar penuturan Sam yang tiba-tiba pun terkejut.
"Udahlah Sam. Bisakah kita untuk tidak membahas itu. Aku capek. Biarkan aku tenang dulu." ucap Hana
"Baiklah. Aku akan membiarkan kamu menenangkan diri dulu. Tapi aku akan tetap bertanggung jawab Han. Aku akan menikahimu". ucap Sam dengan penuh keyakinan
"Menikah itu sekali seumur hidup. Menikah itu untuk orang yang saling mencintai. Pernikahan yang harus diawali oleh hal yang seperti ini, kamu fikir bagaimana kedepannya?. Aku hanya ingin menikah dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku dan kamu sudah hancurkan semua harapanku Sam. Sumpah aku marah dan benci sama kamu Sam. Tapi aku sadar marah dan benciku ini tidak akan mengembalikan apa yang sudah kamu renggut dalam diri aku."ucap Hana dengan air mata yang mulai menetes lagi.
Semenjak keluar dari kamar mandi Hana mencoba menahan diri untuk tidak menangis lagi tapi terlambat air mata itupun sudah pecah dengan sendirinya.
Sam yang melihat Hana menangis seperti itu tidak bisa menahan diri lagi. Sam pun menepikan mobilnya dan memeluk Hana. Hana terlalu lelah untuk terus menghindar dari Sam.
"Maafkan aku Han, maaf."ucap Sam dengan penuh penyesalan
'Aku janji aku akan bertanggung jawab Han. Kita akan menikah.' batin Sam
Sam membelai dan mencium rambut Hana mencoba menenangkan Hana yang terus menangis dalam pelukannya.