MARTIN POV
Aku sangat bahagia karena aku resmi menikah dengan Bella. semua orang memberi selamat kepada kami Dan mereka mendoakan semoga kami segera memiliki keturunan. Sudah lama aku menanti hari bahagia ini Karena aku sangat ingin sekali menikah dengan wanita yang ku cintai sejak dulu.
" selamat untuk kalian berdua. semoga kalian segera diberi keturunan"
" terima kasih atas doanya"
" kami menantikan kabar baik dari kalian"
semua orang berbahagia dengan pernikahan kami apalagi kedua orang Tua kami meskipun aku tau ibuku sangat ingin aku menikah dengan Diana. aku sudah lama tidak bertemu dengannya semenjak ia pergi dari rumahku. aku berharap semoga ia bahagia Bersama pria yang mencintainya
" kenapa Kau melamun? apa yang sedang Kau pikirkan?"
" tidak ada yang ku pikirkan"
" benarkah? Kau tidak berbohong kan?"
" aku tidak berbohong sayang. percayalah padaku"
" baiklah kalau begitu. aku percaya padamu"
" sebaiknya kita beristirahat. aku yakin Kau sangat lelah seharian"
setelah acara pernikahan usai, aku mengajak Bella untuk beristirahat. entah kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan Diana. aku berharap ia baik - baik saja disana
***
BRADY POV
Aku sangat senang saat melihat Vilma bersemangat mengajar murid - muridnya menari ballet. ia terlihat sangat bersemangat Dan aku merasa murid - muridnya sangat senang diajari oleh Vilma. sekitar satu jam Vilma mengajari murid - muridnya, aku mengajak Vilma makan siang di kafe dekat studio balletnya
" bagaimana hari ini? apa Kau senang bisa mengajar murid - muridmu seperti dulu?"
" tentu saja aku sangat senang apalagi melihat murid - muridku bersemangat."
" Vilma, nanti malam apa Kau ada acara?"
" tidak ada, memangnya kenapa?"
" aku ingin mengajakmu makan malam. apa Kau bersedia untuk makan malam bersamaku?"
" baiklah, aku bersedia"
" terima kasih sayang"
aku mencium kening Vilma Dan ia tersenyum padaku. melihatnya tersenyum membuatku sangat bahagia Dan rasanya aku ingin segera menikahinya
***
DAISY POV
Akhirnya orang tua Max datang menjenguk Dan mereka sangat terkejut melihat kehadiranku di apartment Max. Max memperkenalkanku kepada orang tuanya Dan aku sangat gugup saat berkenalan dengan orang tua Max
" perkenalkan ini Daisy, teman Max"
" senang bertemu denganmu, daisy"
" senang bertemu dengan tante Dan om"
" Sudah berapa lama kalian saling mengenal?"
" hampir setahun lamanya kami saling mengenal satu sama lain Dan daisy seorang wanita yang baik. ia yang merawat Max selama di rumah sakit"
aku merasa orang tua Max sangat baik terhadapku Dan rasanya aku merindukan kasih sayang kedua orang tuaku meskipun aku tidak tau dimana mereka berada tetapi aku berharap mereka masih hidup Dan mencari keberadaanku meskipun aku tau itu sangat mustahil
****
MAX POV
mama dan papa terlihat sangat kagum terhadap Daisy Dan sepertinya mereka sangat menyukai daisy. menurutku tidak sulit untuk merebut simpati kedua orang tuaku Karena daisy sudah melakukannya dengan sangat baik Dan aku yakin kedua orang tuaku tidak akan keberatan jika aku aku menikah dengan daisy
" Max, kenapa Kau diam saja? katakan sesuatu pada kami"
" papa Dan mama bisa melihat daisy seorang wanita yang baik Dan memperlakukan Max sangat baik"
" iya nak, kami tau Dan kami sangat berharap jika hubungan kalian bisa lebih dari seorang teman"
daisy terlihat gugup Dan salah tingkah saat mendengar perkataan orang tuaku yang blak - blakan. aku tau ia tidak menyangka jika orang tuaku berkata seperti itu kepadanya. aku berharap semoga perkataan mama menjadi kenyataan
***
DAMIEN POV
Aku bersyukur keadaan papa sudah membaik Dan papa diperbolehkan pulang oleh dokter untuk beristirahat di rumah
" saya sarankan untuk orang Tua anda beristirahat di rumah. jangan sampai memberi kabar buruk kepadanya karena akan berakibat fatal pada kesehatannya"
" terima kasih dokter atas sarannya"
akhirnya aku membawa pulang papa ke rumah Dan papa terlihat sangat kecewa Karena tidak ada mama. aku terpaksa berbohong kepada papa tentang mama Karena aku tidak ingin menyakiti perasaan papa
" dimana mamamu? sudah beberapa hari ini mamamu tidak menjenguk papa di rumah sakit"
" mama sekarang sedang ada urusan di Amsterdam. papa tau sendiri kan jika mama ada pekerjaan yang harus di urus disana"
" tetapi kenapa mamamu tidak memberitahu papa? papa sangat mengkhawatirkannya"
" mama tidak ingin membuat papa cemas Karena mama memang dibutuhkan Banyak orang dan mama tidak tega jika tidak membantu teman bisnisnya. sebaiknya papa beristirahat di kamar"
" jika ada kabar dari mama, beritahu papa"
" pasti Damien beritahu jika mama menelfon"
akhirnya papa beristirahat di dalam kamar Dan aku merasa bersalah karena telah membohongi papa. aku tidak ingin kondisi papa menurun jika tau mama sudah tiada. hanya papa satu - satunya orang Tua yang aku miliki Dan aku tidak ingin kehilangan papa Karena aku sangat menyayanginya
***
DAISY POV
Setelah orang tua Max pergi, aku menyuruh Max untuk beristirahat agar aku ada kesempatan untuk menghubungi Damien. sejujurnya aku sangat mencemaskan dirinya apalagi ia baru saja kehilangan orang tua angkatnya
" max, sebaiknya Kau beristirahat. aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu"
" terima kasih Kau sangat perhatian kepadaku"
" sama - sama"
setelah max beristirahat di kamarnya, aku langsung menghubungi Damien di dalam kamarku. aku tidak ingin max mengetahui pembicaraan kami Karena ia pasti akan sangat kecewa. tidak beberapa lama, Damien mengangkat telfonku Dan aku menanyakan kabarnya
" hai Damien, bagaimana kabarmu?"
" cukup baik. Kau sendiri?"
" aku sangat baik. bagaimana kabar papamu? apa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter?"
" Sudah, baru hari ini papa pulang ke rumah. terima kasih atas doanya untuk papaku"
" sama - sama. aku berharap papa mu kondisinya segera membaik"
" aku juga berharap seperti itu meskipun saat ini aku terpaksa berbohong kepada papa"
" berbohong tentang apa?"
" tentang mama. aku sengaja tidak memberitahu papa tentang kenyataan yang sebenarnya Karena aku tidak kehilangan orang tuaku. Kau tau sendiri bagaimana rasanya sejak kecil tidak memiliki seorang ayah Dan ibu sangat menyakitkanku."
" aku tau Damien Dan aku senang Kau memiliki orang Tua yang menyayangimu seperti anak kandungnya sendiri"
" aku berharap semoga Kau segera menemukan orang Tua kandungmu, daisy"
" Dari dulu aku selalu berharap seperti itu"
" aku sangat Ingin mengajakmu makan malam Bersama. Kira - Kira Kau kapan bisa menyempatkan waktu untuk makan malam bersamaku?"
" aku belum tau Damien Karena sekarang Banyak hal yang aku urus"
" baiklah kalau begitu. jika Kau tidak sibuk, beritahu aku kapan Kau bisa"
" aku akan memberitahumu jika aku bisa menyempatkan waktu untuk makan malam bersamamu"
setelah selesai menelfon Damien, aku melanjutkan kegiatan dengan memasak di dapur. aku ingin membuat makanan yang spesial untuk Max. aku tau ia sangat suka dengan masakan buatanku Dan hal itu yang membuatnya semakin menyukaiku hingga saat ini
***
BILLY POV
Sudah puluhan tahun aku mencari keberadaan anak kandungku tetapi aku tetap tidak bisa menemukannya. ini semua Karena ulah istriku, Paula, yang membuang anak kami ke panti asuhan Karena ia tidak ingin memiliki seorang anak. aku tau masa lalu paula sangat menyedihkan Karena ia dulu dibuang oleh orang tuanya di panti asuhan Dan hal itu yang membuatnya tidak ingin memiliki anak denganku
" Billy, sampai kapan Kau mau mencari anak itu?! ia sudah lama mati!"
" diam Kau, Paula! aku tidak suka Kau mengatakan anak kita sudah mati! ia belum mati!"
" percuma saja aku mengatakan ratusan kali padamu Karena Kau tidak pernah mau mendengarkan perkataanku!"
" Kau memang seorang ibu yang jahat! Kau tega membuang anak kandungmu sendiri! apa Kau tau betapa menyesalnya aku telah menikahi wanita sepertimu!"
" oh! jadi Kau sekarang menyesal setelah puluhan tahun aku mendampingimu?! apa Kau tidak bersyukur ada seorang wanita sebaik aku yang mau merawat pria cacat sepertimu!"
" hentikan omonganmu! sekarang Kau pergi dari kamarku!"
Paula terlihat sangat Marah saat pergi meninggalkanku. aku tau di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat merindukan putri kami. bagaimanapun juga aku harus menemukan putriku sebelum aku mati