DAMIEN POV
Setelah makan malam, orang tuaku mengajakku untuk membahas tentang hubunganku dengan daisy. mereka terlihat sangat keberatan jika aku meneruskan hubungan dengan daisy
" papa Dan mama tidak setuju jika Kau melanjutkan hubungan dengan perempuan itu! kami tidak ingin memiliki calon menantu yang dulunya seorang wanita penghibur!"
" Damien tidak peduli dengan masa lalu daisy! ia tidak seperti dulu Dan ia sekarang sudah berubah!"
tiba - tiba papa terkena serangan jantung Dan aku langsung membawa papa ke rumah sakit. saat tiba disana, dokter langsung memberi penanganan kepada papa. sedangkan aku dan mama menunggu di depan ruang operasi. mama terlihat sangat sedih memikirkan kondisi papa
" puas Kau membuat papamu jatuh sakit?! Kau tau sendiri jika papamu memiliki riwayat penyakit jantung! kenapa Kau tega menyakiti perasaannya?!"
aku hanya terdiam mendengar perkataan mama yang sangat menyakitkan hatiku. tiba - tiba ponselku berbunyi Dan aku langsung menjauh ketika daisy yang menelfon Karena aku tidak ingin mama mendengarkan pembicaraan kami
" halo, dimana Kau sekarang?"
" aku sedang berada di rumah sakit"
" siapa yang sakit? kenapa Kau tidak memberitahuku?"
" papa ku terkena serangan jantung sehingga kami membawanya ke rumah sakit. bukan bermaksud untuk tidak memberitahumu, hanya saja aku sedang kalut saat ini"
" dimana rumah sakitnya? biar aku kesana"
" tidak usah, lagipula papa belum selesai di operasi. nanti saja jika papa sudah selesai di operasi"
" baiklah kalau begitu, Karim salam untuk kedua orang tuamu"
" nanti akan ku sampaikan"
" beritahu aku jika papamu sudah membaik"
" pasti akan ku beritahu"
setelah selesai menelfon, aku kembali duduk sambil menunggu papa selesai di operasi. beberapa jam kemudian, dokter keluar dari ruang operasi Dan memberitahu kami jika operasinya berhasil. kami sangat bersyukur nyawa papa bisa tertolong dengan cepat
" operasi berjalan lancar Dan pasien berhasil melewati masa kritis. itu semua berkat pertolongan dari tuhan"
" terima kasih dokter sudah menyelamatkan suami saya"
" sama - sama nyonya. kalau begitu saya permisi"
setelah dokter pergi, kami langsung melihat kondisi papa. mama tidak bisa berhenti menangis saat melihat papa yang terbaring di atas ranjang. aku berusaha menenangkan mama hingga mama berhenti menangis
" mama berhenti menangis. papa tidak senang melihat mama bersedih seperti ini"
" Damien, mama mohon pikirkan kesehatan papamu. jika Kau masih berhubungan dengan wanita itu, sama saja Kau menyakiti perasaan papa"
mungkin ini keputusan yang berat tetapi aku harus memikirkan kesehatan papa Dan aku tidak ingin bersikap egois Dan mengorbankan perasaan orang tuaku
***
DAISY POV
Damien mengajakku bertemu di sebuah kafe dekat dengan rumah sakit. aku melihat Damien tampak pucat Dan sepertinya ia tidak tidur selama berhari - hari Dan aku sangat kasian padanya
" Damien, apa Kau sudah makan?"
" Sudah tadi pagi. bagaimana keadaanmu?"
" aku baik - baik saja. bagaimana kondisi papamu?"
" kondisi papa mulai membaik"
" syukurlah kalau begitu. aku senang mendengarnya"
" sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu"
" apa yang ingin Kau bicarakan?"
" sebaiknya hubungan kita sampai disini saja. aku tidak ingin menyakiti perasaan orang tuaku"
aku sangat terkejut mendengar Demian yang memutuskan hubungan kami secara sepihak Dan sepertinya ini semua ada hubungannya dengan orang tuanya
" kenapa Kau memutuskan hubungan kita? apa ini semua ada hubungannya dengan orang tuamu?"
" iya Dan aku tau mereka tidak setuju dengan hubungan kita. maka dari itu sebaiknya kita berpisah saja. maafkan aku, daisy. aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita. aku harap Kau bisa menerima keputusanku"
" baiklah kalau begitu. aku terima keputusanmu meskipun sangat berat bagiku untuk berpisah denganmu"
aku langsung pergi meninggalkan Damien dengan hati yang terluka. rasanya baru kali ini aku merasakan rasanya ditolak oleh seorang pria yang tulus mencintaiku Dan saat ini aku tidak punya siapapun di dunia ini
***
MAX POV
Aku melihat Daisy yang keluar dari kafe, lalu aku menghampirinya Dan mengajaknya berbincang tetapi ia tidak meresponku Dan pergi menjauh dariku. aku berusaha mengejarnya hingga ia tidak bisa pergi dariku
" daisy, tolong jangan pergi! aku ingin bicara denganmu!"
" tidak ada yang perlu kita bicarakan! semuanya sudah usai!"
aku menarik pergelangan tangannya Dan ia mencoba untuk melepaskan tetapi aku tidak membiarkan ia pergi begitu saja
" asal Kau tau, aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari hidupku karena aku sangat mencintaimu!"
daisy menggigit tanganku sehingga aku melepaskan tanganku darinya Dan ia kabur dariku. aku berusaha mengejarnya sampai aku melihat ada Mobil yang melintas di depan daisy dan aku langsung menyelamatkannya hingga kami terjatuh ke atas rumput. aku bersyukur Karena daisy tidak terluka Dan aku mendengar daisy berteriak meminta tolong kepada orang di sekitar ketika ia melihatku terluka cukup parah
" max, aku harus membawamu ke rumah sakit! Kau mengalami pendarahan"
daisy membawaku ke rumah sakit Dan aku bisa melihat daisy yang sangat cemas memikirkan keadaanku
" Kau harus bertahan demi aku"
aku tidak tega melihat daisy meneteskan air mata Dan aku berusaha menghapus air matanya
" Kau jangan menangis. aku tidak ingin melihatmu bersedih karenaku"
tidak beberapa lama, kami tiba di rumah sakit Dan aku langsung dibawa ke ruang operasi. aku berharap ini bukan hari terakhirku melihat daisy Karena aku tidak ingin berpisah dengannya
***
DAISY POV
Aku tidak menyangka jika pria yang selama ini aku benci ternyata ia rela mengorbankan nyawanya untukku. aku merasa bersalah terhadapnya Karena selama ini aku jahat padanya. aku berdoa kepada tuhan agar Max bisa diselamatkan. selama berjam - jam aku menunggu di depan ruang operasi Dan aku berharap dokter bisa menyelamatkan nyawa Max
tiba - tiba dokter keluar dari ruang operasi Dan memberitahuku jika max dalam kondisi kritis. dokter memberitahuku jika aku harus bersiap - siap menghadapi sesuatu yang tidak di inginkan
" bagaimana keadaannya?"
" pasien sedang mengalami masa kritis Dan sebaiknya kita berdoa meminta pertolongan Tuhan agar pasien dapat melewati masa kritisnya"
rasanya aku tidak bisa tidur memikirkan kondisi max yang sedang kritis Dan aku tidak pernah berhenti berdoa di dalam hati untuk keselamatan Max. tidak beberapa lama perawat memanggilku Dan menyuruhku untuk melihat kondisi Max. aku melihat max yang terbaring lemah di atas ranjang Dan rasanya aku tidak tega melihatnya lemah tidak berdaya
aku duduk di samping ranjang Max sambil mendoakannya agar ia cepat siuman. tiba - tiba keajaiban terjadi, aku melihat max menggerakkan jarinya Dan aku sangat bahagia ketika ia membuka kelopak matanya Dan ia memandangku. aku tersenyum melihatnya sambil memegang tangannya yang terasa dingin di tanganku
" akhirnya Kau siuman. aku bersyukur Karena doaku dikabulkan oleh Tuhan"
" Kau berdoa apa untukku?"
" aku berdoa semoga Kau cepat siuman Dan tuhan sangat berbaik hati padamu"
" terima kasih Kau sudah mendoakanku. maaf jika selama ini aku banyak melakukan kesalahan padamu"
" aku sudah memaafkan semua kesalahanmu padaku"
tidak beberapa lama dokter datang Bersama perawat memeriksa keadaan Max Dan mereka memberitahuku jika Max perlu dirawat selama beberapa hari di rumah sakit sampai keadaannya pulih
" pasien harus dirawat dirumah sakit selama beberapa hari ke depan sampai keadaannya membaik"
" terima kasih dokter"
setelah dokter pergi, aku menyuruh max untuk beristirahat tetapi ia sangat ingin berbincang denganku
" sebaiknya Kau istirahat"
" aku tidak ingin istirahat. aku hanya ingin berbincang denganmu. sesuatu yang sudah lama tidak aku lakukan Dan aku sangat merindukan saat kita Bersama seperti ini"
" baiklah, terserah Kau saja tapi nanti Kau harus istirahat agar kondisimu cepat pulih"
" oke"
akhirnya kami berbincang Panjang lebar sampai Max mengantuk dan tertidur. aku langsung pergi meninggalkannya Karena aku tidak ingin mengganggunya yang sedang tertidur lelap. aku tidak menyangka jika hubungan kami membaik seperti dulu dan aku bersyukur bisa memperbaiki hubungan kami menjadi lebih baik