BAB 16

1211 Words
MARTIN POV Saat aku pulang ke rumah, aku melihat kunci rumah berada di dalam pot bunga Dan aku mulai berpikir jika diana tidak ada di rumah. aku langsung menelfon ponselnya tetapi tidak tersambung. Saat aku membuka pintu rumah, aku langsung pergi menuju ke kamar Diana Dan aku sangat terkejut ketika melihat lemari kosong Dan aku menduga jika Diana Kabur dari rumah Tanpa berpamitan padaku aku sangat khawatir memikirkan dirinya apalagi ia hilang ingatan Dan aku takut terjadi sesuatu padanya. aku mencoba menghubungi ponselnya hingga ia mengangkat telfonku " halo, dimana Kau?" " aku baik - baik saja. mulai sekarang jangan pernah hubungi aku lagi. terima kasih atas semua bantuan yang Kau berikan padaku" tiba - tiba Diana mematikan telfonnya Dan saat aku mencoba menghubunginya lagi, ponselnya mati Dan rasanya aku tidak bisa menahan tangis saat Diana mengucapkan kata yang membuat hatiku hancur berkeping - keping *** VILMA POV Aku terpaksa mengucapkan kata yang membuat Martin kecewa padaku tetapi aku harus melakukannya Karena aku tidak ingin mengganggu hubungannya dengan kekasihnya " siapa yang menelfon?" " Martin" " apa yang ia katakan?" " ia menanyakan keberadaanku tetapi aku menyuruhnya untuk tidak menghubungiku lagi" " aku yakin ia sangat mencemaskanmu" " aku tau tetapi aku tidak ingin mengganggu hubungannya dengan kekasihnya" " aku harap Kau tidak menyesal telah pergi dari rumah Martin" " aku tidak menyesal. justru aku sangat ingin Kau membantuku untuk mengingat masa laluku" " aku berjanji akan membantumu sebisaku" " terima Kasih Kau mau membantuku" " sama - sama sayang. aku ingin mengajakmu untuk bertemu dengan seseorang yang sangat mengenalmu" " siapa orang itu?" " nanti Kau akan tau setelah bertemu dengannya" akhirnya brady mengajakku bertemu dengan seorang perempuan Dan aku mencoba mengingat tentang perempuan itu tetapi aku tidak bisa mengingatnya. perempuan itu memelukku sangat erat sambil meneteskan air Mata " Vilma, aku bersyukur Kau selamat dari kecelakaan itu. aku tidak bisa membayangkan jika aku kehilangan sahabat sebaik dirimu" " vilma, perkenalkan ini Molly, sahabatmu sejak Kau kecil. ia sangat mengenalmu Dan Kau bisa bertanya apapun kepadanya" Molly terlihat sangat baik Dan ia menceritakan semua peristiwa yang kami alami sejak kecil. sedikit demi sedikit semua kenangan melintas dipikiranku meskipun samar - samar. aku melihat Brady tersenyum padaku Dan rasanya aku sangat bahagia dikelilingi oleh orang - orang yang menyayangiku *** BELLA POV Aku sangat kesal ketika Martin sangat sulit untuk ku hubungi Dan aku memutuskan untuk menemuinya di kantornya. saat aku tiba disana, aku disuruh menunggu Martin Karena ia sedang menghadiri rapat. satu jam kemudian, ia keluar dari ruang rapat Dan aku langsung menghampirinya " Bella, ada apa Kau kesini?" " aku ingin bicara denganmu" " sebaiknya kita bicara di ruang kerjaku saja" akhirnya Martin mengajakku berbincang di ruang kerjanya Dan sepertinya ia merasa terganggu dengan kehadiranku " apa yang ingin Kau bicarakan padaku?" " kenapa Kau tidak menjawab telfonku? aku sangat mencemaskanmu" " aku daritadi sibuk menghadiri meeting dan banyak pekerjaan yang harus aku urus" " setidaknya Kau memberitahuku agar aku tidak cemas" " maafkan aku, aku janji akan memberitahumu" " aku ingin mengajakmu makan siang" " aku tidak bisa karena aku ada janji makan siang dengan klienku. maaf aku harus pergi sekarang" aku sangat kesal ketika Martin pergi meninggalkanku Dan sepertinya ia tidak pernah peduli padaku *** DAISY POV Semakin lama aku berada di Jakarta, aku semakin tersiksa Karena tidak bisa bertemu dengan brady tetapi aku bersyukur ada Damien yang selalu mendampingiku. seandainya kami tidak berpisah sejak kecil, mungkin aku lebih memilih Bersama Damien daripada aku mengejar brady " apa yang Kau pikirkan?" " aku memikirkan tentang masa lalu" " kalau boleh tau bagaimana masa lalumu setelah aku pergi dari hidupmu?" " hidupku tidak sama ketika aku diadopsi oleh seorang suami istri Dan ternyata mereka seorang mucikari. mereka menjualku sebagai wanita penghibur Dan aku terpaksa menuruti semua keinginan mereka hingga aku memutuskan kabur dari rumah Dan pergi ke new York hingga aku bertemu dengan seorang pria yang membuatku jatuh cinta padanya" " apa Kau sangat mencintai pria itu?" " aku sangat mencintainya Dan aku berpikir jika aku tidak bisa hidup tanpanya" " apa aku tidak bisa menggantikan pria itu dihatimu?" aku sangat terkejut mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Damien Dan aku berpikir jika ia bercanda tetapi aku bisa melihat matanya menunjukkan keseriusan padaku " apa maksudmu bertanya seperti itu?" " maaf, lupakan saja. anggap saja aku tidak pernah berkata seperti itu padamu" " Damien, tolong jelaskan apa maksud pertanyaanmu? aku tidak mengerti maksudmu" " bukan apa - apa" " apa selama ini Kau mencintaiku? tolong katakan yang sejujurnya padaku. aku ingin Kau jujur tentang perasaanmu padaku" akhirnya Damien mengungkapkan perasaannya padaku Dan aku tidak menyangka jika selama ini ia menyimpan perasaan padaku " sejujurnya aku menyukaimu Dan aku tidak tega melihatmu terluka Karena menantikan seorang pria yang tidak pernah mencintaimu" aku hanya terdiam mendengar perkataan Damien Dan Damien menggenggam kedua tanganku Dan ia mencium buku jariku " aku sangat mencintaimu. aku berharap jika waktu bisa diulang kembali, aku tidak ingin meninggalkanmu Dan aku sangat ingin hidup bahagia bersamamu" aku memeluk Damien sangat erat dan ia membalas pelukanku. aku tau mungkin sudah saatnya aku menyerah untuk mengejar Brady Karena kebahagiaanku yang sesungguhnya Bersama Damien *** VILMA POV Entah kenapa kepalaku terasa sangat sakit dan Brady terlihat sangat khawatir melihat keadaanku " vilma, sebaiknya kita ke rumah sakit. aku tidak ingin melihatmu kesakitan seperti ini" akhirnya Brady membawaku ke rumah sakit dan aku bersyukur Karena Brady selalu berada di sampingku. di tengah perjalanan, Ada sebuah truk yang tiba - tiba menabrak Mobil kami sehingga Mobil kami terpental hingga menabrak pagar pembatas. waktu itu serasa begitu cepat dan aku tidak sadarkan diri *** BRADY POV Aku tidak menyangka akan mengalami kecelakaan Mobil dan aku melihat Vilma tidak sadarkan diri sehingga aku berteriak meminta bantuan kepada orang lain. beruntung ada yang mau mengantarkan kami ke rumah sakit sehingga Vilma bisa diselamatkan. saat kami tiba di rumah sakit, dokter langsung membawa Vilma ke ruang operasi sedangkan aku diobati oleh perawat beruntung aku tidak terluka parah sehingga aku hanya diperban saja. tidak beberapa lama, Molly datang Bersama anaknya dan ia menanyakan keadaan Vilma padaku " Brady, Kau tidak apa - apa?" " aku tidak apa - apa" " bagaimana keadaan Vilma?" " ia masih di operasi dan kita sama - sama berdoa semoga nyawanya tertolong" kami berdoa meminta pertolongan kepada Tuhan agar menyelamatkan nyawa Vilma dan beberapa jam kemudian, dokter memberitahu jika Vilma berhasil di selamatkan. aku Dan Molly sangat bersyukur Karena Vilma berhasil diselamatkan " pasien berhasil diselamatkan meskipun ia mengalami pendarahan yang cukup parah tetapi ia bisa melewati kondisi kritis" " terima kasih telah menyelamatkan Vilma" " kalau begitu saya permisi dulu" setelah dokter pergi, aku Dan Molly menjenguk Vilma. aku tidak tega melihat Vilma yang terbaring lemah di atas ranjang " Kau harus sabar menjalani ini semua. aku yakin sebentar lagi Vilma akan sembuh Dan ingatannya akan kembali normal seperti dulu" " semoga saja seperti itu. aku selalu berharap jika ingatan Vilma kembali Dan kami bisa kembali Bersama seperti dulu" " maaf Brady, aku harus segera pulang ke rumah karena suamiku sebentar lagi pulang ke rumah" " apa perlu ku antar Kau pulang ke rumah?" " tidak usah, aku bisa pulang nail taksi" " kalau begitu hati - hati di Jalan" setelah Molly pergi, aku beranjak ke dalam kamar Dan aku duduk di samping ranjangnya. aku melihat wajahnya yang sangat pucat Dan rasanya aku ingin menangis melihatnya seperti ini. tiba - tiba jari Vilma bergerak Dan tidak berapa lama kelopak matanya terbuka Dan ia melihat ke arahku " Brady, aku ada dimana?" " Kau berada di rumah sakit" " apa yang terjadi padaku? kenapa aku bisa dirawat disini?" " Kau mengalami kecelakaan Mobil Dan aku langsung membawamu ke rumah sakit" " Astaga! aku ingat semua yang terjadi" aku bersyukur ingatan Vilma sudah kembali Dan aku berharap kami segera menikah agar tidak terpisah seperti dulu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD