BAB 15

1229 Words
MARTIN POV Aku sangat bersyukur ketika Diana memberitahuku jika ia sudah berada di rumah. aku menanyakan kemana ia pergi tadi malam tetapi ia tidak menjawab pertanyaanku membuatku semakin curiga padanya " hai, apa Kau masih berada di Kantor?" " aku tadi pulang ke rumah tetapi aku tidak melihatmu di rumah. kemana saja Kau tadi malam?" " sebaiknya nanti malam Kau cepat pulang ke rumah Karena Ada yang ingin aku bicarakan padamu" aku semakin penasaran terhadap apa yang ingin dibicarakan oleh Diana Karena baru kali ini ia ingin membahas suatu yang penting padaku " kenapa tidak Kau bicarakan sekarang saja?" " aku rasa lebih baik jika kita bicarakan di rumah saja" " baiklah kalau begitu, aku nanti akan segera pulang" " aku tunggu Kau di rumah" setelah selesai menelfon Diana, aku langsung memikirkan perkataannya Dan aku penasaran semalam ia pergi kemana Dan Bersama siapa ia menghabiskan waktu. aku tidak sabar ingin segera bertemu dengannya *** VILMA POV Akhirnya Martin pulang ke rumah Dan aku sudah memikirkan untuk membicarakan hal penting padanya " aku ingin Kau memberitahuku tentang sesuatu yang penting" " aku sudah bertemu dengan seseorang di masa lalu Dan ia sudah menceritakan semuanya padaku. Dan aku memutuskan untuk tinggal bersamanya" Martin terlihat sangat terkejut mendengar keputusanku Dan ia seperti tidak suka " apa Kau yakin ingin tinggal dengannya? bagaimana jika ia berniat jahat padamu?" " ia tidak sejahat yang Kau pikir. ia adalah kekasihku Dan aku sudah melihat semua bukti jika kami memang sepasang kekasih" Martin terlihat sangat kecewa Dan ia seperti tidak sanggup meneruskan pembicaraan ini " jika Kau ingin tinggal dengannya, pergilah. aku tidak akan melarangmu jika itu yang terbaik bagimu" aku merasa tidak enak terhadap Martin saat ia berkata seperti itu membuatku merasa bersalah terhadapnya *** BRADY POV Saat aku sedang termenung di depan teras rumah, tiba - tiba ponselku berbunyi dan aku langsung mengangkat Teflon ketika mengetahui Vilma yang menelfonku " hai, ada apa menelfonku?" " bisakah kita bertemu sekarang?" " bagaimana jika kita bertemu di kafe dekat rumahmu?" " baiklah, aku temui Kau sekarang disana" akhirnya aku langsung menemui Vilma di kafe Dan saat aku tiba disana, ia sudah menungguku. aku sangat senang Karena ia mengajakku untuk bertemu " hai, apa kabarmu?" " aku sangat baik. bagaimana kabarmu?" " aku juga baik. Ada apa Kau mengajakku untuk bertemu? apa ada sesuatu yang penting?" " aku memutuskan untuk tinggal bersamamu" rasanya aku seperti bermimpi ketika Vilma memutuskan untuk tinggal bersamaku Dan aku berusaha bersikap setenang mungkin agar Vilma tidak canggung melihat ekspresiku " apa Kau serius dengan perkataanmu?" " aku sangat yakin dengan keputusanku. kenapa Kau terlihat tidak percaya?" " maaf, hanya saja aku seperti sedang bermimpi ketika Kau mengatakan hal itu" " aku ingin memberimu kesempatan untuk membangkitkan ingatanku di masa lalu. aku tidak ingin terus - terusan hidup tanpa bisa mengenang masa laluku" " baiklah, aku akan berusaha untuk membuat ingatanmu kembali meskipun itu semua membutuhkan proses yang panjang" " terima kasih Kau mau membantuku" " aku ingin mengajakmu bertemu ke sebuah tempat" " Kau ingin mengajakku kemana?" " ke tempat kerjamu" aku mengajak Vilma ke studio balletnya Dan ia seperti berusaha mengingat sampai ia kesakitan Dan aku tidak tega melihatnya kesakitan Karena mencoba mengingat  " sebaiknya Kau tenang. jangan dipaksa untuk mengingat" " sampai kapan aku seperti ini?! aku tidak tahan hidup seperti ini" Vilma menangis Dan aku berusaha menghapus air matanya. " Kau tidak boleh bersedih. aku yakin suatu saat nanti ingatanmu pasti kembali. percayalah padaku" Vilma memelukku Dan aku membalas pelukannya. rasanya sudah lama aku tidak merasakan kehangatan darinya Dan aku sangat merindukan saat kami Bersama seperti ini *** DAMIEN POV Semakin lama aku mengenal daisy, aku semakin menyukai Dan aku merasa perasaanku padanya lebih dari sekedar teman biasa. selama ini daisy tidak menyadari perasaanku Karena ia hanya menganggapku sebagai sahabatnya meskipun di dalam hati aku berharap daisy membalas perasaanku " Damien, kenapa Kau melamun? apa ada sesuatu yang mengusik pikiranmu?" " tidak ada. kenapa Kau berpikir seperti itu?" " Karena aku merasa akhir - akhir ini Kau sering melamun. jika Kau ada masalah, ceritakan padaku. siapa tau aku bisa membantumu" " Kau tenang saja, aku tidak ada masalah" " Pasti ada sesuatu yang Kau sembunyikan padaku. " " tidak ada, daisy. kenapa Kau tidak percaya padaku? Sudah ku katakan jika aku baik - baik saja" " baiklah kalau begitu. aku akan menunggumu untuk bercerita padaku" daisy menyilangkan tangannya sambil memicingkan matanya ke arahku. aku memang tidak bisa menyembunyikan sesuatu darinya Karena ia sangat bisa membaca ekspresiku " baiklah, aku akan bercerita padamu tentang sesuatu hal yang membuatku gundah" " apa yang membuatmu gundah?" " aku menyukai seorang wanita Dan ia sampai saat ini tidak tau tentang perasaanku padanya" " kenapa Kau tidak mengungkapkan perasaanmu padanya?" " Karena ia menyukai pria lain Dan aku tidak ingin hubungan kami menjadi hancur Karena ia tau perasaanku yang sesungguhnya" " jika Kau menyukainya. katakan saja padanya. siapa tau ia berubah pikiran Karena aku yakin semua wanita pasti menginginkan dicintai olehmu" perkataan daisy membuatku tersipu malu Dan aku tidak akan pernah mengungkapkan perasaanku padanya Karena aku takut ia akan menjauh dariku Dan aku tidak mengingkan hal itu terjadi *** BELLA POV Tidak biasanya Martin mengajakku untuk bertemu di apartemenku. saat ia tiba di apartment, ia terlihat sangat kacau Dan sepertinya ia habis mabuk " Astaga! kenapa Kau bisa mabuk seperti ini?" aku berusaha menopang tubuh Martin Dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. aku bisa mencium bau alkohol yang menyengat Dan aku meninggalkannya sendiri di dalam kamar. tiba - tiba ponselnya berbunyi Dan aku sangat terkejut ketika mengetahui ada seorang wanita yang menelfon martin Awalnya aku ragu untuk mengangkat Telfon tetapi akhirnya aku mencoba untuk mengangkat Telfon Karena aku ingin tau tujuan wanita itu menelfon martin " Ada apa Kau menelfon Martin? apa Kau tidak tau jika aku adalah kekasih Martin?" wanita itu langsung menutup telfonnya Dan aku tersenyum penuh kemenangan Karena tidak ada satupun yang bisa merebut Martin dariku *** VILMA POV Aku sangat terkejut ketika mengetahui Martin memiliki seorang kekasih. selama ini ia tidak pernah bercerita padaku tentang kekasihnya " Vilma, Kau baik - baik saja?" " aku baik - baik saja" " apa Kau berhasil menelfon Martin?" aku menggelengkan kepala Dan Brady terlihat kecewa " bolehkah malam ini aku menginap di rumahmu?" Brady terlihat sangat senang Dan ia mempersilakanku untuk menginap di rumahnya " tentu saja Kau boleh menginap dirumahku" " terima kasih Kau memperbolehkan aku untuk menginap di rumahmu" " bagaimana jika ku antar Kau ke rumah untuk mengambil pakaianmu?" " baiklah, ayo kita berangkat" akhirnya Brady mengantarku ke rumah. saat tiba di rumah, aku langsung mengambil pakaianku Dan mulai mengemasi semua barang - barangku Karena aku memutuskan untuk tinggal bersama Brady. Brady terlihat sangat terkejut saat melihat aku membawa semua barang - barangku " vilma, Kau ingin pindah sekarang ke rumahku?" " apa Kau keberatan jika aku pindah sekarang?" " tentu saja aku tidak keberatan. justru aku sangat senang melihatmu segera pindah ke rumahku" " apa Kau bisa membantuku mengangkat semua barang - barangku?" " sini aku bantu" setelah memasukkan semua barang - barangku ke dalam bagasi Mobil, aku pergi meninggalkan rumah Martin tanpa members pesan kepada martin *** MARTIN POV Aku terbangun ketika menyadari ada seseorang yang membelai rambutku Dan aku sangat terkejut melihat Bella " akhirnya Kau bangun juga. tadi malam Kau mabuk berat Dan aku membaringkan tubuhmu di atas ranjangku" " sekarang jam berapa?" " jam tujuh pagi" " Astaga! aku terlambat berangkat ke Kantor!" " sebaiknya hari ini Kau beristirahat saja disini. aku merasa Kau sedang dalam situasi yang tidak baik" " bisakah Kau ambilkan aku segelas air putih?" " tunggu sebentar, aku ambilkan" rasanya pagi ini kepalaku terasa sangat pusing Dan aku mencoba untuk beristirahat. tidak beberapa lama, Bella membawakan segelas air putih Dan makanan untukku " aku tadi membuat makanan kesukaanmu Dan aku mau Kau menghabiskan makanannya Karena aku tidak ingin melihatmu sakit" Bella menyuapkan sesendok makanan ke mulutku Dan aku menghabiskan makanannya. ia terlihat sangat senang Dan aku hanya bisa terdiam memikirkan apa yang terjadi tadi malam sampai aku mabuk berat
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD