BRADY POV
Aku bisa melihat Vilma ketakutan melihatku Dan aku berusaha menjelaskan padanya jika aku tidak bermaksud jahat terhadapnya
" Kau jangan khawatir. aku tidak bermaksud jahat terhadapmu. aku tadi menolongmu Karena Kau pingsan di Jalan"
"maaf, aku sudah Salah sangka padamu"
" tidak apa - apa. kalau boleh tau, namamu siapa?"
" aku Diana"
Sudah kuduga jika Vilma tidak mengingat masa lalunya Dan ia saat ini mengalami amnesia
" bolehkah aku mengantarmu pulang ke rumah? lagipula ini sudah larut malam. tidak baik seorang wanita pulang sendiri. aku berjanji tidak akan berbuat macam - macam terhadapmu"
" baiklah, aku mau Kau antar pulang. kalau boleh tau, siapa namamu?"
" aku Brady"
tiba - tiba raut wajah Vilma berubah Dan sepertinya ia mengenali namaku. aku melihat Vilma kesakitan Dan aku tidak tega melihat kepalanya yang tiba - tiba mendadak pusing. aku memutuskan agar ia beristirahat di rumah sakit Karena Hari sudah malam Dan ia membutuhkan penanganan dokter
" sebaiknya Kau beristirahat di rumah sakit. besok pagi ku antar Kau pulang ke rumah"
" maafkan aku merepotkanmu"
" aku tidak merasa direpotkan. justru aku senang membantumu"
" terima kasih telah menolongku. Kau memang pria yang sangat baik"
aku sangat senang melihat senyum Vilma Dan rasanya sudah lama aku tidak melihatnya tersenyum padaku
***
VILMA POV
Entah kenapa saat melihat pria itu, aku seperti sudah lama mengenalnya Dan saat ia menyebutkan namanya, kepalaku terasa sangat sakit. tetapi aku bersyukur Karena bertemu pria sebaik dirinya yang mau menolong orang yang tidak dikenalnya seperti aku
" sebaiknya Kau istirahat. aku berjanji tidak akan pergi meninggalkanmu"
" Kau tidak perlu seperti itu. aku bisa menjaga diriku sendiri"
" iya aku tau Kau seorang wanita yang sangat mandiri"
aku semakin heran dengan pria itu Karena ia seperti sudah lama mengenalku Dan aku curiga jika ia mengetahui tentang identitas asliku
" bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?"
" silakan jika Kau ingin bertanya"
" aku merasa Kau sangat mengenalku. apa Kau mengetahui identitas asliku?"
pria itu terlihat sangat terkejut mendengar pertanyaanku Dan aku merasa ia mengetahui sesuatu tentang diriku
" kenapa Kau bisa berpikir seperti itu?"
" entahlah, mungkin hanya firasatku saja. maaf jika aku terlalu berlebihan"
" tidak apa - apa. jika Kau tidak keberatan, apa Kau mau menceritakan tentang dirimu padaku?"
aku bingung harus bercerita darimana apalagi terhadap orang asing yang tidak ku kenal sama sekali. tetapi aku berusaha bersikap jujur karena ia sudah menolongku
" sejujurnya aku tidak ingat sama sekali tentang diriku Karena aku pernah mengalami kecelakaan Mobil sehingga aku tidak bisa mengingat masa laluku"
pria itu terdiam cukup lama hingga ia melanjutkan perkataannya
" Sekarang Kau tinggal bersama siapa?"
" aku tinggal Bersama seorang pria yang menyelamatkanku saat aku mengalami kecelakaan Mobil. ia sangat baik telah memberi tempat tinggal untukku Dan ia tidak pernah berbuat macam - macam terhadapku"
pria itu terlihat tidak suka Dan sepertinya ia sangat cemburu ketika mengetahui aku tinggal Bersama Martin. aku sangat bingung melihat ekspresinya yang tidak terbaca
" mulai sekarang, Kau tinggal bersamaku"
aku semakin bingung mendengar perkataannya yang membuatku semakin curiga padanya
" kenapa Kau berkata seperti itu? memangnya Kau siapa berani menyuruhku untuk tinggal bersamamu?"
" Karena aku kekasihmu, Vilma! namamu bukan Diana Dan nama aslimu Vilma!"
aku terkejut mendengar perkataan pria itu Dan sepertinya apa yang ia katakan bukan kebohongan
" apa buktinya jika kita sepasang kekasih?"
pria itu menunjukkan foto di ponselnya Dan aku sangat terkejut melihat fotoku Bersama dirinya. entah kenapa aku merasa sedih saat melihat foto itu Dan aku tidak tahan melihatnya seperti membangkitkan memori yang telah lama hilang
" apa Kau masih belum percaya jika kita sepasang kekasih?"
" kenapa Kau berbohong padaku jika Kau tidak mengenalku?"
" maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membohongimu"
"bisakah Kau menceritakan semuanya tentang diriku?"
" aku akan menceritakan semua yang ingin Kau ketahui tentang dirimu Dan masa lalumu"
akhirnya pria itu menceritakan tentang masa laluku Dan aku tidak menyangka jika masa laluku sangat indah. aku bisa melihat cinta dimatanya Dan aku merasakan hal yang Sama untuknya.
" aku sudah menceritakan semua yang ingin Kau ketahui. Mau kah Kau tinggal bersamaku?"
aku memikirkan perasaan Martin jika aku pergi dari rumahnya. aku merasa tidak enak padanya Karena selama ini ia yang telah menolongku
" Beri aku waktu untuk berpikir. aku tidak bisa begitu saja pergi dari rumah Martin tanpa berpamitan padanya"
" baiklah, terserah Kau saja. aku akan menunggumu sampai Kau siap tinggal bersamaku. aku berjanji akan membuatmu mengingat semuanya"
" terima kasih"
Brady mencium keningku Dan entah kenapa jantungku berdebar sangat kencang. tiba - tiba ponselnya berbunyi Dan ia langsung mematikan ponselnya
" kenapa Kau mematikan ponselmu?"
" bukan orang yang pending. justru sekarang aku lebih memikirkan kesehatanmu"
tiba - tiba air mataku minutes Dan Brady berusaha menghapus air mataku
" aku tidak ingin melihatmu menangis. aku ingin melihatmu selalu tersenyum padaku"
" apa Kau mencintaiku?"
" aku sangat mencintaimu Dan aku sangat menderita ketika aku berpisah darimu. apa Kau tau selama ini aku tidak bisa melupakanmu. setiap malam aku selalu memimpikanmu"
aku tidak menyangka jika tuhan mengirimkan aku seorang pria yang sangat baik seperti Brady yang tulus mencintaiku
***
DAISY POV
Aku sangat kesal Karena Brady mematikan telfonku. aku merasa ia sengaja menghindariku Karena ia ingin fokus mencari wanita itu. aku tidak akan membiarkan Brady menemukan wanita itu
" bagaimana? apa sudah tersambung?"
" dia sengaja mematikan ponselnya Dan sepertinya ia sengaja menghindariku"
" bolehkah aku memberimu sebuah nasehat?"
" nasehat apa yang ingin Kau sampaikan?"
" lebih baik Kau jangan mengejar seseorang yang tidak mencintaimu Karena pada akhirnya Kau yang akan terluka. aku tidak ingin melihatmu sakit hati Karena ditolak oleh pria yang tidak mencintaimu"
entah kenapa perkataan Damien membuatku tertusuk tajam Dan aku tidak menyangka jika ia memikirkan perasaanku. mungkin ada benarnya jika aku tidak usah terlalu berharap kepada brady
" mungkin yang Kau katakan benar tetapi aku tidak peduli dengan perasaanku sendiri Karena aku sangat mencintai Brady Dan aku tidak ingin ia bahagia Bersama wanita lain"
" jangan Kau dibutakan oleh cinta. aku tidak mau melihatmu menderita"
" kenapa Kau begitu peduli terhadap perasaanku?"
Damien terlihat gugup Dan bingung saat menjawab pertanyaanku Dan ia terdiam cukup lama hingga akhirnya ia menjawab pertanyaanku
" Karena Kau sahabat terbaikku Dan aku tidak ingin melihatmu terluka Karena cinta"
" terima kasih Kau sangat peduli padaku"
seandainya aku bertemu Damien lebih awal, mungkin aku lebih memilih untuk mencintai dirinya daripada pria yang tidak pernah mencintaiku
***
MARTIN POV
Aku terbangun saat aku menyadari jika ada seseorang di sampingku Dan aku sangat terkejut melihat Bella yang tertidur nyenyak. aku langsung bangun dari tempat tidur Dan mengambil pakaianku. lalu aku langsung memakai baju Dan berniat pergi dari sini. saat aku beranjak ingin pergi, tiba - tiba Bella terbangun Dan tidak membolehkanku untuk pergi
" Kau mau kemana?"
" aku ingin pergi."
" aku tidak mengijinkanmu untuk pergi dari sini!"
" aku tidak bisa berlama - lama disini"
" apa Kau bosan padaku?"
" Banyak hal yang harus aku kerjakan di rumah"
aku langsung pergi dari apartment Bella tanpa menghiraukannya yang memanggilku. aku teringat dengan Diana Dan saat aku berusaha menelfonnya, ponselnya tidak aktif Dan membuatku khawatir memikirkannya. saat aku tiba dirumah, aku melihat tidak ada orang dirumah Dan aku kebingungan mencari diana
akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Kantor sambil menunggu kabar dari Diana. entah kenapa aku merasa bersalah terhadapnya Karena aku telah membohonginya padahal selama ini Diana sangat baik padaku. aku berharap semoga Diana dalam keadaan baik - baik saja
***
BRADY POV
Aku menepati janjiku untuk mengantar Vilma ke rumah barunya. ia terdiam sepanjang Jalan Dan aku merasa ia masih tidak percaya dengan semua kejadian yang ia alami. ia memberitahuku rute Jalan ke rumah pria itu Dan tidak beberapa lama kami sampai di rumah itu.
" terima kasih telah mengantarku"
" aku harap Kau bisa mempertimbangkan tawaranku padamu"
" akan aku pikirkan"
aku memberinya kartu namaku jika suatu hari ia berubah pikiran
" simpan kartu namaku jika suatu hari Kau berubah pikiranku"
" hati - hati di Jalan"
Vilma masuk ke dalam rumah tanpa menoleh ke arahku. aku berharap semoga ia berubah pikiran Dan mau tinggal bersamaku