BAB 13

1242 Words
MAX POV Akhirnya aku tiba di Jakarta. sejujurnya aku sangat malas kesini tetapi aku harus mencari Daisy Karena aku yakin saat ini ia berada di Jakarta Dan sedang mencari kekasihnya. Aku menginap di hotel Dan aku merasa jika sebentar lagi aku akan menemukan Daisy. aku memutuskan untuk pergi berbelanja Dan aku sangat terkejut ketika tidak sengaja bertemu daisy Bersama seorang pria mereka terlihat sangat akrab Dan rasanya aku tidak suka melihat daisy Bersama pria itu. aku langsung menghampiri mereka Dan daisy sangat terkejut dengan kedatanganku " daisy, siapa pria ini?!" " bukan urusanmu! sebaiknya Kau pergi dari hadapanku!" saat ia hendak pergi, aku menghalanginya tetapi pria itu langsung mendorong tubuhku sehingga mereka bisa Kabur dariku. aku langsung mengejar mereka tetapi sayangnya aku kehilangan jejak mereka. aku bersumpah tidak akan membiarkan daisy bahagia dengan pria manapun *** DAISY POV Aku bersyukur Karena Damien mengebut dengan cepat sehingga max kehilangan jejak kami. Damien terlihat sangat lihai menyetir Dan aku tidak takut selama ia berada di sampingku " kalau boleh tau, siapa pria itu?" " kami dulu pernah berhubungan sampai akhirnya aku memutuskan hubungan kami" " apakah ia pernah bersikap kasar padamu?" " tidak pernah, hanya saja ia posesif Dan aku merasa terkekang saat berhubungan dengannya" " syukurlah Kau tidak berhubungan lagi dengannya" aku bisa merasakan jika Damien terlihat sangat bersyukur Karena aku tidak berhubungan lagi dengan Max " Sekarang kita akan kemana?" " aku ingin mengajakmu ke rumah orang Tua angkatku. aku yakin mereka pasti senang bertemu denganmu" entah kenapa aku sangat gugup ketika Damien mengajakku ke rumah orang Tua angkatnya apalagi jika mereka tau bahwa aku teman kecil Damien saat kami berada di panti asuhan. tidak beberapa lama, kami tiba di rumah orang tuanya Dan aku melihat mereka sedang duduk di teras depan rumah mereka terlihat sangat senang ketika bertemu dengan damien Dan Damien memperkenalkanku kepada orang Tua angkatnya " perkenalkan, ini teman masa kecil Damien saat Kami berada di panti asuhan. namanya daisy" " senang bertemu denganmu. ayo kita masuk ke dalam" orang Tua Damien mempersilakan kami untuk masuk ke dalam rumah Dan aku sangat senang mereka menyambut kedatanganku dengan baik " Damien jarang sekali mengajak seorang wanita untuk datang ke rumah kami" aku tersipu malu Karena Damien berani mengajakku untuk bertemu dengan orang Tua angkatnya " tunggu sebentar, tante ambilkan minuman untuk kalian. pasti kalian sangat haus" tidak beberapa lama, tante widya membawakan kami minuman Dan makanan. aku bersyukur mendapatkan perlakuan yang baik dari tante widya " silakan dinikmati, tante baru saja membuat kue kesukaan Damien" aku mencicipi kue buatan tante widya Dan rasanya sangat enak " bagaimana rasanya? apakah pas?" " sangat pas rasanya Dan daisy sangat suka kue buatan tante" " terima kasih atas pujiannya. tante senang jika Kau suka. nanti tante bawakan kue buatan tante ya" " terima kasih tante" tidak beberapa lama, om Chandra datang menghampiri kami Dan beliau sangat senang bertemu denganku " selamat datang di rumah kami. siapa namamu?" " saya daisy" " nama yang indah seperti orangnya" akhirnya kami berbincang Panjang lebar Dan aku sangat nyaman terhadap orang Tua Damien. mereka menganggapku seperti anak perempuannya sendiri Dan mereka sangat ingin jika aku sering mengunjungi mereka " om Dan tante berharap kalian sering mengunjungi kami Karena kami sangat senang ada yang meramaikan rumah apalagi kami hanya tinggal berdua disini" " daisy janji jika ada waktu pasti mengunjungi om Dan tante" " kalian hati - hati di Jalan" setelah berpamitan, kami kembali ke rumah Dan rasanya aku menemukan orang Tua yang sudah lama ku mimpikan sejak dulu *** BELLA POV Saat aku hendak memakirkan Mobil, aku tidak sengaja bertemu dengan Brady. ia terlihat sangat terburu - buru Dan aku langsung menghampirinya " hai Brady, aku lihat Kau sangat terburu - buru." " maaf Bella, aku harus segera pergi" " Kau ingin pergi kemana?" " Ada urusan yang harus aku kerjakan" Brady langsung masuk ke dalam mobilnya Dan ia pergi meninggalkanku. aku sangat kesal Karena ia pergi meninggalkanku begitu saja. aku merasakan ada seorang pria yang berada do belakangku Dan aku sangat terkejut ketika melihat Martin yang menatapku dengan tajam " aku ingin bicara denganmu" " aku rasa tidak ada yang perlu dibicarakan!" " aku ingin Kau mengurungkan niat untuk membatalkan kontrak" " aku tidak bisa Dan tidak akan mengurungkan niatku untuk membatalkan kontrak itu!" " apa yang harus aku lakukan supaya Kau mau mengurungkan niatmu?" " Kau mengajakku untuk berdamai? aku tidak menyangka pria sekeras dirimu mau mengalah" " katakan apa yang Kau inginkan sekarang juga" aku memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas rasa sakit hatiku padanya "hmm, aku yakin Kau tidak akan mau menuruti keinginanku" " darimana Kau tau?" " Karena aku tau sejak awal Kau menolakku Dan mana mau Kau menjadi kekasihku?" " oh! jadi itu yang Kau inginkan?" " tentu saja itu yang ku inginkan sejak awal kita bertemu di restoran itu Dan aku merasa jika Kau sangat membenciku" Martin terdiam cukup lama hingga ia membuatku terkejut dengan perkataannya " jika itu yang Kau mau, aku bersedia menjadi kekasihmu tapi dengan satu syarat" " syarat apa yang Kau inginkan?" "jika aku menjadi kekasihmu, aku ingin Kau merahasiakan hubungan kita dari Banyak orang. apa Kau sanggup menerima syarat dariku?" " tentu saja aku sanggup memenuhi persyaratan darimu" " baiklah kalau begitu, mulai sekarang kita menjadi sepasang kekasih" aku tersenyum melihat Martin yang masuk ke dalam perangkapku. aku berharap bisa membuatnya menyesal telah menjadi kekasihku *** MARTIN POV Aku terpaksa menjadi kekasih Bella Karena aku tidak ingin melihat perusahaanku bangkrut. aku akan melakukan segala cara agar bella tunduk padaku " aku harap Kau mau melanjutkan proyek kita yang tertunda" " baiklah sayang, aku turuti keinginanmu tetapi aku ingin malam ini menghabiskan waktu bersamamu" Bella menciumku Dan ia mentoring tubuhku ke tembok. rasanya aku ingin melawannya tetapi aku tidak bisa Karena aku terhanyut oleh ciumannya yang memabukkan. tiba - tiba ponselku berbunyi Dan aku langsung mendorong tubuh Bella untuk menjauh dariku. lalu aku mengangkat Teflon Dan menjauh dari Bella ketika Diana yang menelfonku " hai, Ada apa Kau menelfonku?" " Kau pulang jam berapa? aku ingin memasak untuk makan malam kita" " sepertinya malam ini aku tidak akan pulang Karena Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di Kantor" Diana terdiam cukup lama hingga ia merespon telfonku " Diana...apa Kau baik - baik saja?" " aku baik - baik saja. baiklah kalau begitu, Selamat bekerja. maaf mengganggu waktumu" " Kau tidak menggangguku. besok pagi aku akan pulang ke rumah" " baiklah kalau begitu, selamat malam" setelah selesai menelfon, aku melihat Bella yang duduk di sofa Dan ia menyuruhku untuk duduk di sampingnya " siapa yang menelfonmu?" " anak buahku" " malam ini aku tidak mau ada yang mengganggu kita Karena malam ini Kau milikku" entah kenapa semakin lama aku mengenalnya, aku semakin tau jika Bella tidak bisa diremehkan begitu saja. ia mampu berbuat apapun agar keinginannya tercapai *** VILMA POV Entah kenapa aku merasa Martin berbohong padaku. tidak biasanya ia sibuk menyelesaikan pekerjaannya di Kantor hingga ia tidak pulang ke rumah. aku merasa Martin menyembunyikan sesuatu dariku. akhirnya aku memutuskan untuk pergi sambil berjalan kaki Karena aku sangat bosan berada di dalam rumah aku melihat malam ini sangat terang Karena Banyak bintang bertaburan di atas langit. tiba - tiba ada sebuah Mobil yang berhenti tepat di sampingku Dan saat orang itu membuka kaca jendela Mobil, aku sangat terkejut melihat wajah pria itu karena aku seperti mengenalinya Dan saat aku berusaha mengingatnya, tiba - tiba kepalaku terasa sangat pusing Dan aku pingsan seketika *** BRADY POV Aku sangat terkejut ketika melihat Vilma berjalan kaki di pinggir Jalan Dan saat aku menghampirinya, ia sangat terkejut saat melihatku Dan tiba - tiba ia pingsan di Jalan Dan aku langsung keluar dari Mobil Dan mengangkat tubuhnya. lalu aku membaringkan tubuhnya ke dalam mobilku aku langsung membawa Vilma ke dokter untuk memeriksakan kondisinya. dokter memberitahuku jika Vilma kelelahan Dan sepertinya ia butuh istirahat. tidak beberapa lama, Vilma terbangun Dan ia sangat terkejut saat melihatku " siapa Kau? kenapa aku ada disini?" aku sangat terkejut ketika Vilma tidak mengenaliku Dan aku merasa jika Vilma mengalami amnesia sejak kami mengalami kecelakaan Mobil
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD