BRADY POV
Akhirnya aku sampai di jakarta Dan rasanya aku tidak sabar ingin bertemu dengan Vilma. saat aku tiba di rumahnya, aku sangat terkejut saat melihat rumahnya yang tidak berpenghuni. tiba - tiba ada tetangga Vilma yang menghampiriku Dan memberitahu jika Vilma sudah lama tidak pulang ke rumahnya selama berbulan - bulan
" apa anda mencari nona Vilma?"
" iya, saya mencarinya. saya melihat rumahnya kosong. apakah ia tidak ada dirumah?"
" Sudha berbulan - bulan nona Vilma tidak pulang ke rumahnya Dan kami tidak tau dimana keberadaannya sekarang"
aku sangat terkejut mendengar perkataan tetangga Vilma Dan rasanya aku hampir putus asa untuk mencari keberadaan Vilma
" terima kasih atas informasinya"
aku langsung pergi dari rumah Vilma Dan aku langsung menghubungi anak buahku untuk mencari keberadaan Vilma
" Nic, aku ingin Kau mencari keberadaan kekasihku. ia sudah lama menghilang Dan aku tidak bisa menemukan keberadaannya"
" baik tuan, saya akan berusaha mencari keberadaannya"
" jika Kau berhasil menemukannya, aku akan membayar mahal"
" terima kasih tuan"
setelah menelfon Nic, aku langsung kembali ke rumahku Dan rasanya aku sangat ingin bertemu dengan Vilma
***
DAISY POV
Aku sangat kesal ketika melihat Max datang ke apartemen Dan ia tersenyum padaku
" halo sayang, aku yakin saat ini Kau kesepian Karena kekasihmu pergi meninggalkanmu"
" tutup mulutmu! aku tidak mau mendengarkan ocehanmu!"
" janganlah Kau marah padaku. aku tidak ingin melihatmu bersedih seperti ini"
" sebaiknya Kau pergi dari sini! aku tidak ingin melihatmu lagi!"
" jadi Kau mengusirku? baiklah kalau begitu, aku doakan semoga Kau tidak bertemu lagi dengan kekasihmu tersayang"
aku langsung membanting pintu tepat di depan wajahnya Dan rasanya aku sangat kesal mendengar perkatannya yang menjengkelkan. aku terpaksa harus menunggu besok pagi untuk melakukan perjalanan ke luar negeri terutama ke Jakarta. aku tidak akan membiarkan seorang pun untuk menghalangiku Bersama Brady
***
MARTIN POV
Aku tidak bisa berhenti memikirkan kejadian tadi malam Dan rasanya aku sangat menyesal telah membuat Bella sedih. tiba - tiba ada seseorang yang memberitahuku jika perusahaan Bella membatalkan kontrak Dan aku sangat terkejut Karena ia membatalkan proyek secara sepihak Dan aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi
" maaf Tuan Martin, sepertinya perusahaan kami tidak bisa bekerja sama dengan perusahaan anda"
" bagaimana bisa seperti itu? bukannya atasan kalian sudah menandatangani kontrak kerjasama?"
" maafkan kami tetapi kami tidak bisa melanjutkan kontrak ini"
aku sangat Marah Karena Bella membatalkan proyek secara sepihak Dan aku berniat untuk menemuinya di kantornya. saat aku tiba disana, semua orang terkejut melihat kedatanganku kesana. semua orang berbisik dan membicarakan tentang diriku meskipun aku tidak peduli.
" saya ingin bertemu dengan atasan anda"
" maaf, saat ini Nyonya Isabella tidak bisa ditemui Karena sedang ada meeting"
akhirnya aku menunggu Bella selesai meeting Dan tidak beberapa lama ia keluar dari ruang meeting Dan aku langsung menghampirinya. ia sangat terkejut dengan kedatanganku Dan aku mengajaknya untuk berbicara empat Mata
" aku ingin bicara denganmu"
" aku tidak punya waktu untuk berbincang denganmu!"
semua orang melihat kami Dan Bella terlihat sangat malu. aku langsung menariknya pergi dari Kantor Dan semua orang membicarakan kami. sesampainya di luar Kantor, bella menarik tangannya Dan ia memakiku tanpa amount
" puas Kau sudah membuatku malu di depan karyawanku?!"
" aku kesini hanya ingin membahas tentang pemutusan kontrak kerja sama yang Kau lakukan!"
" Oh! jadi Karena itu Kau datang kesini hanya karena aku memutuskan kontrak kerja sama! aku tidak menyangka jika dipikiranmu hanya uang Dan uang!"
" kenapa Kau membatalkan secara sepihak padahal Kau sudah menandatangi kontrak yang sudah kita sepakati Bersama!"
" apa Kau bisa berhenti membentakku?! jika Kau seperti ini, jangan salahkan aku jika perusahaanmu di ambang kehancuran!"
" jika Kau membatalkan kontrak Karena aku menolakmu kurasa Kau sangat keterlaluan Dan tidak masuk akal!"
aku pergi meninggalkan bella Dan aku sangat kesal padanya. akhirnya aku mencoba menghubungi ayahnya dan beruntung ayahnya mau ku ajak kerja sama untuk mempengaruhi Bella agar ia tidak jadi membatalkan kontrak yang telah ditanda tanganinya
***
BELLA POV
Aku sangat kesal ketika papa membahas tentang pembatalan kontrak yang aku lakukan terhadap perusahaan Martin. aku yakin ini pasti ulah Martin yang mencoba menghasut papa agar aku tidak jadi membatalkan kontrak kerjasama itu
" Bella, kenapa Kau membatalkan kontrak secara sepihak? apa alasanmu melakukan itu?"
" Bella merasa jika perusahaannya tidak menguntungkan untuk perusahaan kita"
" darimana Kau tau jika perusahan Martin tidak menguntungkan? papa rasa anggapanmu Salah tentang perusahaan yang didirikan Martin. papa melihat setiap tahun perusahaan Martin menghasilkan omzet yang besar Dan papa rasa tidak ada yang Salah jika perusahaan kita menjalin kerja sama dengan perusahaannya"
" tapi pa...."
" pokoknya papa tidak mau tau! Kau tidak boleh membatalkan kontrak kerja sama itu! papa tidak ingin kehilangan kolega Karena kesalahanmu!"
aku tidak menyangka jika papa sekejam itu padaku. aku tidak akan tinggal diam Dan aku akan membuat perusahaan Martin hancur ditanganku
***
DAISY POV
Akhirnya aku sampai di Jakarta Dan aku tidak sabar ingin bertemu dengan Brady. saat aku mencoba datang ke rumahnya, aku tidak menemukan satu orang pun disana Dan aku mencoba menghubungi ponselnya tetapi tidak aktif. saat aku sedang berjalan, tiba - tiba ada seseorang yang memerangkap tubuhku Dan ia mengarahkan pisau ke arah leherku
" serahkan semua barang - barangmu! atau kalau tidak, aku akan membunuhmu!"
" tolong jangan sakiti aku! aku masih ingin hidup!"
tiba - tiba ada seseorang yang memukul kepala pria itu Dan ia jatuh pingsan. tidak beberapa lama, kerumunan massa datang membawa pria itu ke pihak berwajib. aku bersyukur Karena Ada seorang pria yang menyelamatkan nyawaku. ia terlihat seperti orang yang ku kenal tetapi aku tidak ingat siapa pria itu
" apa Kau baik - baik saja?"
" aku baik - baik saja. terima kasih telah menyelamatkan nyawaku"
" perkenalkan aku Damien"
" daisy "
akhirnya aku berkenalan dengan pria itu Dan rasanya aku tidak asing dengan pria ini. aku melihat kalung yang ia kenakan Dan aku sangat terkejut ketika mengetahui bahwa pria yang menolongku adalah teman masa kecilku saat kami berada di panti asuhan yang sama
" bolehkah aku bertanya sesuatu?"
" tentu saja, silakan jika Kau ingin bertanya padaku"
" apa dulu Kau pernah tinggal di panti asuhan?"
Damien terlihat sangat terkejut mendengar pertanyaanku Dan ia berusaha menyembunyikan keterkejutannya dengan bersikap datar
" kenapa Kau bertanya seperti itu?"
" tinggal Kau jawab saja, apakah Kau pernah tinggal di panti asuhan?"
" aku memang pernah tinggal di panti asuhan sampai aku diadopsi oleh keluarga yang sangat Kaya Raya"
" ternyata memang benar Kau"
Damien terlihat bingung saat aku mencoba mengalihkan pandanganku darinya
" apa maksud anda berkata seperti itu?"
" Kau tidak ingat aku? aku teman masa kecilmu. kita pernah berada di panti asuhan yang Sama"
Damien terlihat berpikir keras Dan ia mulai menyadari siapa aku yang sebenarnya
" Astaga! Kau daisy Perkins! selama ini aku mencarimu Dan aku tidak bisa menemukan keberadaanmu. Dan sekarang kita dipertemukan oleh takdir"
Damien memelukku sangat erat Dan aku membalas pelukannya. aku menangis di pundaknya Dan ia mencoba menghapus air mataku
" aku tidak ingin melihatmu menangis, teman kecilku. aku tau jika sudah saatnya pasti kita dipertemukan kembali"
" aku sangat merindukanmu. semenjak Kau diadopsi oleh keluarga Kaya itu, aku kehilangan teman sebaik dirimu"
" maafkan aku, daisy. selama ini aku berusaha mencarimu Dan aku mendapat info jika Kau diadopsi oleh orang lain. bagaimana kabarmu sekarang?"
" sebaiknya kita bicara di tempat lain saja"
akhirnya kami berbincang di sebuah restoran Dan aku sangat senang karena Damien mau membantuku untuk mencari keberadaan Brady
" Kau tenang saja, aku akan berusaha untuk mencari keberadaan kekasihmu itu"
" terima kasih Damien. Kau memang pria yang sangat baik"
" sekarang Kau tinggal dimana?"
" sementara ini aku tinggal di hotel"
" bagaimana jika Kau tinggal di rumahku saja. lagipula aku tinggal sendirian disana. Kau tenang saja, aku tidak akan berbuat macam - macam terhadapmu"
" terima kasih Damien. aku berutang budi padamu"
" Kau tidak boleh merasa seperti itu. aku tulus membantumu"
aku bersyukur Karena dipertemukan kembali oleh Damien. aku berharap semoga hubungan kami selalu baik