BRADY POV
Akhirnya aku diperbolehkan pulang oleh dokter. aku memikirkan cara agar aku bisa kembali ke Jakarta tanpa sepengetahuan Daisy
" Sebaiknya Kau beristirahat di kamar. aku akan memasak untukmu"
setelah daisy keluar dari kamar, aku langsung memesan tiket pesawat Dan aku memilih jadwal penerbangan malam Karena aku tidak ingin daisy curiga padaku. tidak beberapa lama Daisy membawakan makanan untukku Dan ia menyuruhku untuk makan
" sebaiknya Kau makan dulu. aku tidak ingin melihatmu kelaparan"
Saat daisy hendak menyuapiku, aku langsung mengambil sendok dari tangannya Dan aku berusaha untuk makan sendiri tanpa bantuannya
" aku bisa makan sendiri."
" baiklah kalau begitu, aku tinggal pergi sebentar. Kau jangan pergi kemana - mana selama aku pergi"
" baiklah, Kau tenang saja. aku tidak akan pergi kemana - mana"
Setelah daisy pergi, aku langsung mengemas semua barang - barangku. setelah selesai mengemas, aku menaruh koperku di dalam lemari agar ia tidak curiga padaku. rasanya aku tidak sabar ingin segera bertemu dengan Vilma
***
VERO POV
Entah kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan Vincent. aku langsung pergi ke apartemennya tetapi ia tidak ada disana. saat aku hendak pergi dari apartemennya, tiba - tiba ada yang menarik tanganku Dan aku sangat terkejut melihat Vincent yang menatapku dengan tatapan tajam yang menusuk
" akhirnya aku menemukanmu! dasar penipu! kembalikan semua uangku!"
" lepaskan tanganku!"
" aku tidak akan melepaskanmu sebelum Kau mengembalikan semua hartaku!"
" baiklah! aku akan mengembalikan semuanya asal Kau kembali bersamaku!"
" cuih! aku tidak akan mau berhubungan dengan penipu sepertimu!"
" baiklah kalau begitu, jangan harap aku mau mengembalikan semua hartamu!"
Aku langsung kabur dari kejaran Vincent. tiba - tiba ada Mobil yang melintas di depanku Dan Vincent dengan cepat menyelamatkanku hingga kami jatuh di pinggir jalan
" Kau tidak apa - apa?"
" aku tidak apa - apa"
" Kau berdarah, sebaiknya kita sekarang ke rumah sakit"
Aku melihat Vincent yang berdarah Dan aku langsung membawanya ke rumah sakit. aku tidak tega melihatnya yang terluka Karena menyelamatkanku. tidak beberapa lama kami tiba di rumah sakit Dan Vincent langsung diobati oleh dokter. aku bersyukur ia dalam keadaan baik meskipun terluka cukup parah
" terima kasih Kau telah menyelamatkan nyawaku. aku berutang budi padamu. aku janji akan mengembalikan semua hartamu sebelum aku kembali ke London"
Vincent terlihat terkejut mendengar perkataanku Dan sepertinya ia tidak suka jika aku kembali ke London
" kenapa Kau terburu - buru kembali kesana?"
" Karena aku sudah mendapatkan semua yang aku inginkan daridulu Dan tidak ada Alaskan untukku tetap bertahan disini"
" apa Kau tega meninggalkanku sendirian di Jakarta?"
aku tidak mengerti maksud pertanyaan yang diajukan Vincent terhadapku Dan ia terlihat sangat sedih saat menatapku
" apa maksud pertanyaanmu?"
" bagaimana jika aku tidak ingin Kau pergi?"
" aku tidak mengerti apa yang Kau tanyakan padaku"
" aku menyadari ketika kita berpisah Dan mengetahui Kau menipuku, aku sangat kecewa Dan sedih. aku berharap hubungan kita bisa seperti sepasang kekasih yang lainnya Dan aku tidak ingin Kau pergi dari hidupku"
aku terharu mendengar perkataan Vincent Dan rasanya aku tidak kuat menahan tangis saat Vincent memelukku dengan erat
" berhentilah menangis, aku tidak ingin melihatmu bersedih. sejujurnya aku sangat merindukanmu Dan aku berharap Kau kembali padaku Karena aku sangat membutuhkanmu"
Vincent menghapus air mataku dan ia mencium bibirku dengan lembut Dan aku membalas ciumannya dengan penuh gairah
" aku mencintamu, Vincent. aku tau selama ini Banyak kesalahan yang ku perbuat terhadapmu Dan aku sangat menyesal telah mengkhianati kepercayaanmu padaku"
" Maukah Kau menikah denganku?"
aku sangat terkejut mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Vincent Dan aku menjawab lamarannya
" aku mau menikah denganmu"
" terima kasih sayang. aku mencintaimu"
kami saling berpelukan Dan aku sangat bahagia Karena sebentar lagi aku akan menikah dengan Vincent
***
BRADY POV
Aku bersyukur Karena Daisy sudah tertidur Dan saatnya aku pergi ke bandara sambil membawa semua koperku. aku keluar dari kamar secara pelan - pelan agar daisy tidak mendengarku keluar dari kamar. lalu aku keluar dari apartment Dan mencari taksi untuk mengantarku sampai ke bandara
setelah mendapatkan taksi, aku langsung pergi ke bandara. di tengah perjalanan, aku memikirkan keadaan Vilma Dan aku berharap ia baik - baik saja. tidak beberapa lama, aku sampai di bandara Dan aku menunggu jadwal keberangkatan. rasanya aku tidak sabar ingin segera bertemu dengan Vilma
***
DAISY POV
Sekitar jam dua pagi, aku terbangun Dan rasanya aku sangat haus. lalu aku pergi ke dapur untuk mengambil air putih. lalu aku melihat ke kamar Brady Dan aku melihatnya yang tertidur dengan ditutupi oleh selimut. aku tidak ingin membangunkannya Karena ia butuh istirahat. mungkin besok pagi aku akan membangunkannya
tiba - tiba ponselku berbunyi Dan aku sangat terkejut ketika max menelfonku. awalnya aku membiarkan ponsel terus bordering hingga akhirnya max berhenti menelfonku. tidak beberapa lama terdengar ada pesan yang masuk dan saat aku membacanya, aku sangat terkejut ketika Max memberitahuku jika dua jam yang lalu Brady berada di bandara dan ia berangkat ke jakarta
rasanya aku tidak percaya dengan pesan yang dikirim oleh Max sampai aku mengecek kamar Brady dan aku sangat terkejut ketika melihat guling dibalik selimut. aku melihat lemari Brady kosong dan aku langsung terjatuh dilantai. rasanya aku tidak percaya jika Brady kabur dariku dan ia tidak memberitahu rencananya untuk pergi ke jakarta
Aku mencoba menghubungi ponsel Brady tetapi tidak terhubung. aku sangat kesal Karena Brady pergi dariku dan aku langsung memesan tiket pesawat tapi sialnya besok jadwalnya penuh dan aku harus menunda keberangkatanku. aku tidak akan membiarkan Brady Bersama wanita itu
***
MARTIN POV
Aku melihat Diana yang melamun di depan teras dan aku datang menghampirinya. ia sangat terkejut dengan kehadiranku
" Kenapa Kau melamun? apa ada yang mengusik pikiranmu?"
" aku sangat penasaran dengan kehidupanku di masa lalu. aku sangat ingin ingatanku kembali sehingga aku tidak perlu penasaran tentang masa laluku"
" Kau harus sabar. aku yakin ingatanmu pasti kembali"
" terima kasih atas segalanya. Kau memang pria yang baik Dan selalu mendukungku"
" aku pasti selalu mendukungmu"
tiba - tiba ponselku berbunyi Dan aku sangat terkejut ketika Bella menelfonku. aku langsung menjauh dari Diana sambil mengangkat telfon
" halo, Ada apa menelfonku?"
" apa malam ini kita bisa bertemu di apartemenku?"
aku mulai berpikir untuk apa Bella mengajakku untuk bertemu dengannya di apartemennya Dan aku curiga jika ia merencanakan sesuatu padaku
" Ada urusan apa sampai Kau ingin bertemu denganku?"
" Ada urusan bisnis yang harus kita bicarakan Dan aku ingin membahasnya di apartemenku. bisakah nanti malam Kau datang?"
" baiklah, nanti malam aku akan datang ke apartemenmu"
" Nanti malam aku tunggu Kau di apartemenku"
Aku sangat heran terhadap Bella Karena tidak biasanya ia mengajakku untuk bertemu di apartemennya. terakhir kali kesana saat ia memberitahuku untuk tidak menghubunginya lagi Karena waktu itu ia akan menikah dengan pria lain Dan saat itu hatiku sangat hancur. mengingat hal itu membangkitkan kenangan buruk yang tidak ingin ku ingat
" Martin, siapa yang menelfonmu?"
" klienku nanti malam mengajakku untuk bertemu Dan ia ingin membahas tentang proyek yang sedang kami kerjakan"
" semoga beruntung"
" terima kasih atas dukungannya"
" aku ikut senang jika proyekmu berjalan dengan lancar"
entah kenapa melihat Diana tersenyum membuatku tersadar jika ada wanita sebaik Dan setulus dirinya
***
BELLA POV
Entah apa yang aku pikirkan sehingga aku menyuruh Martin untuk datang ke apartemenku. rasanya aku ingin mengulang kembali hubungan kami yang pernah kandas Dan semoga aku bisa meyakinkan Martin untuk kembali bersamaku. tidak beberapa lama, Martin tiba di apartemenku Dan aku menyuruhnya masuk
" akhirnya Kau datang juga. silakan masuk"
aku mempersilakan Martin untuk masuk Dan menyuruhnya duduk di sofa sambil aku mengambilkan Minuman untuknya
" apa ada hal yang penting sampai Kau menyuruhku untuk datang ke apartemenmu?"
aku berjalan mendekatinya Dan duduk di sampingnya. lalu aku memegang wajahnya Dan ia terlihat sangat terkejut saat aku menciumnya. ia diam membeku Dan tidak membalas ciumanku. setelah aku puas menciumnya, aku memegang lehernya sambil menatap matanya
" aku merindukanmu dan aku tidak ingin kita berpisah seperti dulu. aku menyesal hubungan kita harus berakhir Dan aku tidak ingin hal itu terjadi lagi. bisakah Kau memberiku kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya dari awal?"
" maaf, aku tidak bisa"
Martin melepas kedua tanganku dari lehernya Dan ia pergi begitu saja dari apartemenku. rasanya aku sangat kecewa ketika ia menolakku