BAB 10

1242 Words
MARTIN POV Aku bersyukur Karena urusan bisnis sudah selesai Dan kami kembali ke jakarta. Diana terlihat sangat senang saat kami kembali ke Jakarta " Akhirnya kita kembali ke Jakarta. aku sangat senang meskipun kita hanya beberapa hari di New York. terima kasih telah mengajakku ke New York" " sama - sama. aku senang melihatmu bahagia pergi bersamaku" " Aku ingin memasak untukmu" " sejak kapan Kau bisa memasak? kenapa Kau tidak pernah bercerita padaku?" " Karena aku malu untuk menceritakannya" " seharusnya Kau tidak usah malu terhadapku. aku justru senang Kau bisa memasak" " kalau begitu aku memasak dulu" Diana beranjak pergi ke dapur Dan aku melihatnya yang sedang memotong bahan - bahan untuk memasak Dan aku berinisiatif untuk membantunya memasak " untuk apa Kau disini? biar aku saja yang mengerjakan" " aku tidak tega melihatmu memasak sendiri jadi aku ingin membantumu mumpung hari ini aku tidak terlalu Banyak pekerjaan" " Baiklah, terserah Kau saja" setelah memotong semua bahan, diana langsung memasak Dan ia memasak makanan kesukaanku. aku jadi teringat masakan yang dibuat mama untukku setiap kali aku pulang ke rumah " kenapa Kau terdiam seperti itu? apa ada yang Kau pikirkan?" " aku jadi teringat masakan mama setiap kali aku pulang ke rumah" tidak beberapa lama, masakan Diana sudah jadi Dan kami makan siang Bersama. Makenna buatan Diana sangat lezat Dan aku jadi teringat masakan mama " bagaimana rasanya? apa ada yang kurang?" " rasanya sangat lezat Dan tidak ada yang kurang sedikit pun" " syukurlah kalau begitu. jadi tidak sia - sia aku memasak untuk makan siang kita" aku tersenyum kepada Diana sambil menyantap makanan yang ia masak untuk kami. semakin lama aku mengenalnya, aku semakin kagum padanya Dan rasanya aku ingin mengenalnya lebih jauh *** BRADY POV Entah kenapa kepalaku sangat sakit Dan daisy berinisiatif untuk membawaku ke dokter tetapi aku menolaknya  " kepalaku sakit sekali" " sebaiknya kita ke dokter saja. aku tidak ingin melihatmu kesakitan" " tidak usah, aku tidak may ke dokter. lebih baik aku beristirahat di kamar" " ayolah, turuti permintaanku. ini semua untuk kebaikanmu" " baiklah, ayo kita berangkat ke dokter" Saat kami hendak menyebrang, tiba - tiba ada mobil yang melaju ke arah kami Dan seketika itu juga aku mendorong Daisy ke pinggir jalan Dan saat aku berusaha untuk menghindar, mobil itu menabrak tubuhku Dan seketika itu juga aku tidak sadarkan diri *** DAISY POV Aku sangat ketakutan saat melihat Brady bersimbah darah Dan aku langsung membawanya ke rumah sakit. saat tiba disana, dokter Dan perawat langsung membawa Brady ke ruang operasi. aku berdoa sambil menunggu Brady di depan ruang operasi. beberapa jam kemudian, dokter keluar dari ruang operasi Dan memberitahu jika Brady berhasil diselamatkan " kami bersyukur bisa menyelamatkan nyawa pasien meskipun ia mengalami pendarahan yang cukup parah tetapi itu semua sudah terlewati" " terima kasih telah menyelamatkan kekasih saya" " kalau begitu saya permisi dulu" Akhirnya aku pergi menjenguk keadaan Brady Dan aku tidak tega melihatnya terbaring lemah di atas ranjang. aku tidak ingin melihatnya menderita seperti ini apalagi ia berusaha menyelamatkan nyawaku Dan membuatku. tiba - tiba Brady terbangun Dan aku langsung menghampirinya " Dimana aku? kenapa aku bisa ada disini?! Dan kenapa Kau bisa berada disini?!" Aku terkejut mendengar nada suaranya yang sangat ketus tetapi aku berusaha untuk bersikap tenang " Kau baru saja mengalami kecelakaan Dan sekarang Kau dirawat di rumah sakit" " Astaga! aku harus kembali ke Jakarta!" Saat Brady berusaha untuk bangun, aku menghalanginya Dan menyuruhnya untuk berbaring Karena kondisinya belum stabil " Kau tidak boleh pergi kemanapun! Kau masih belum sehat" " aku tidak peduli! aku harus bertemu dengan Vilma!" Aku terkejut ketika ia mengingat wanita itu. aku tidak menyangka jika ingatannya sudah pulih Dan aku sangat khawatir jika ia kembali Bersama wanita itu " Kau tidak boleh pergi kemana - mana!" " aku tidak peduli dengan perkataanmu! aku harus kembali ke Jakarta!" Aku tidak kuat saat Brady berteriak kepadaku Dan aku memencet tombol agar dokter dan perawat datang untuk menenangkan Brady. tidak beberapa lama mereka datang Dan mencoba menenangkan Brady sampai dokter terpaksa membius Brady agar ia tenang Dan beristirahat " terima kasih dokter datang secepat mungkin. jika tidak ia akan nekat untuk pergi dari rumah sakit" " sebaiknya anda jaga pasien sebaik mungkin. kami akan memantau kondisi pasien selama beberapa hari ke depan sampai keadaannya membaik, pasien baru diperbolehkan untuk pulang" Aku bersyukur dokter datang di saat yang tepat. jika tidak Brady kabur dari rumah sakit Dan aku tidak akan membiarkan ia pergi dari hidupku *** BRADY POV Aku terbangun Dan menyadari jika aku masih berada di rumah sakit. aku mengingat semua kejadian saat aku mengalami kecelakaan saat Bersama Vilma. aku berharap Vilma selamat dari kecelakaan itu Dan aku berusaha menenangkan diriku agar aku segera keluar dari rumah sakit. entah kenapa daisy yang berada disini Dan aku menduga jika ia dibalik semua ini " sebaiknya Kau istirahat. aku tidak ingin melihatmu sakit" " katakan padaku kenapa kita bisa sampai di New York?" Daisy terlihat gugup Dan ia mencoba mengalihkan pandangan dariku sampai akhirnya ia menjawab pertanyaanku " Kau tidak usah terlalu Banyak bertanya. sebaiknya Kau istirahat." Daisy keluar dari kamarku Dan aku semakin curiga jika ia dibalik semua kejadian yang aku alami *** BELLA POV Malam ini aku akan bertemu dengan Martin untuk membahas proyek kami. rasanya jantungku berdebar sangat kencang saat terakhir kali bertemu dengannya. saat ini ia menjadi pria yang sangat sukses Dan berbeda jauh saat aku pertama kali mengenalnya. dulu ia seorang pemuda yang sederhana Dan ia baru memulai bisnis dari nol. waktu itu aku berpikir jika menikah dengannya maka hidupku tidak akan bahagia. sampai akhirnya orang tuaku menjodohkanku dengan Brady Karena ia berasal dari keluarga konglomerat Dan kedua orang tua kami sudah lama saling mengenal Dan aku setuju untuk menikah dengannya Karena ia pria yang mapan Dan mempunyai kekuasaan tetapi setelah menikah dengan Brady, justru yang ku rasakan hanya kesedihan Karena ia tidak pernah mencintaiku Dan hal itu membuatku kecewa. mungkin saat ini tuhan mempertemukan aku dengan Martin ada maksud lain meskipun aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya.  tepat jam tujuh malam kami bertemu di restoran Dan ia terlihat sangat angkuh meskipun ku akui ia semakin tampan seiiring berjalannya usia " Selamat malam nona Isabella Wells. senang bertemu dengan anda" " Kau tidak usah berbasi basi denganku. Langsung saja kita bahas proyek yang akan kita kerjakan" " Kau memang tidak pernah berubah dari dulu. tidak pernah suka berbasi - basi dan langsung membahas ke into percakapan" " Aku tidak punya Banyak waktu untuk berbasa - basi denganmu. waktuku sangat berharga Dan aku tidak ingin membuang waktu secara percuma" " baiklah kalau begitu, kita langsung membahas ke into pembicaraan" Martin memberikan dokumen tentang proyek yang akan dijalankan Dan setelah aku membaca isi dokumen itu, aku langsung menandatangani agar aku bisa segera pergi darinya " Aku sudah selesai menandatangani dokumen itu. apa ada tambahan lain?" " tidak ada, itu saja" " jika tidak ada yang perlu dibicarakan maka urusan kita malam ini selesai" saat aku hendak pergi, tiba - tiba Martin menarik tanganku Dan menyuruhku untuk duduk ketika pelayan datang membawakan makanan untuk kami " sebaiknya Kau habiskan makananmu baru Kau boleh pergi" Dengan terpaksa aku menghabiskan makanan meskipun aku tidak nafsu makan ketika Martin tidak berhenti memandangku. aku berusaha bersikap acuh padanya Dan tidak memperdulikan tatapannya ke arahku. sekitar lima belas menit aku menghabiskan makanan. lalu aku pamit pulang padanya " Aku sudah selesai makan Dan waktunya untuk berpamitan padamu" Aku langsung pergi keluar restoran. tiba - tiba ada dua pria yang mabuk menarik tanganku Dan mencoba merampokku. aku langsung berteriak Minta tolong Dan bersyukur ada yang menolongku. aku sangat terkejut ketika melihat pria yang menolongku adalah Martin " Bella, Kau tidak apa - apa?" " aku tidak apa - apa" " sebaiknya aku antar Kau pulang. tidak baik seorang wanita pulang selarut ini" Akhirnya aku menerima ajakan Martin dan ia mengantarku pulang sampai ke rumah. entah kenapa aku merasa cinta yang dulu padam kini mulai bersemi kembali di hatiku
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD