BAB 9

1204 Words
MARTIN POV Akhirnya kami tiba di New York. Diana terlihat sangat senang saat melihat pemandangan Kota New York yang padat penduduknya " ternyata disini memang Kota yang ramai Dan padat penduduk" " Kau benar sekali. Dan disini juga menjadi pusat bisnis" " Kita akan menginap dimana?" " Kebetulan aku punya apartment disini Dan kita akan menginap disana" Diana terlihat sangat terkejut saat mengetahui aku memiliki sebuah apartment Dan aku langsung mengajaknya untuk beristirahat disana. saat aku hendak memasuki apartment, aku sangat terkejut ketika tidak sengaja menabrak seorang wanita yang ternyata adalah Isabella, mantan kekasihku Bella terlihat sangat terkejut saat melihatku Dan ia langsung masuk ke dalam apartment Tanpa memperdulikanku. sedangkan aku masih berdiam diri tanpa menghiraukan Diana yang memanggilku " Martin! Kau baik - baik saja? kenapa Kau diam saja?" " Maaf, aku tadi melamun. ayo kita masuk ke dalam apartemenku" Aku langsung mengajak Diana untuk masuk ke dalam apartemenku Dan aku mencoba untuk menenangkan diri " Martin, sepertinya Kau sedang ada masalah. ceritakan padaku, siapa tau aku bisa membantumu" " aku baik - baik saja. maaf telah membuatmu khawatir padaku" " Kau tidak perlu Minta maaf padaku" " sebaiknya Kau beristirahat. aku akan menghubungi klienku dulu" Aku menyuruh Diana untuk beristirahat di dalam kamar. sedangkan aku menghubungi klienku untuk merencanakan pertemuan bisnis yang diadakan nanti malam *** BELLA POV Aku tidak menyangka jika aku akan bertemu dengan Martin di New York. rasanya sudah lama kami tidak bertemu semenjak aku memutuskan untuk menikah dengan Brady. Entah kenapa rasanya aku sangat malas menghadiri pertemuan bisnis nanti malam tetapi aku tetap harus menghadiri pertemuan itu untuk kelangsungan perusahaan keluargaku " Bella, papa harap nanti malam Kau bisa bernegosiasi dengan klien kita agar perusahaan kita semakin maju" " Bella akan berusaha sebaik mungkin untuk menjalankan perusahaan keluarga kita" " Papa senang bisa mengandalkanmu. hanya Kau yang bisa meneruskan bisnis keluarga kita" " terima kasih papa sudah mempercayakan perusahaan kepada Bella. bella berjanji tidak akan membuat papa kecewa" " Kalau begitu kita makan siang dulu. papa sangat lapar Dan papa sangat ingin menikmati makanan yang lezat selama kita berada di New York" Akhirnya papa mengajakku makan siang di restoran yang letaknya tidak jauh dari apartemenku. saat tiba disana, aku sangat terkejut melihat Martin yang sedang duduk sendiri sambil menikmati secangkir minuman di tangannya. aku berusaha menghindar darinya agar ia tidak melihatku Dan papa terlihat curiga dengan sikapku yang terlihat berbeda " Bella, Kau kenapa? apa Kau melihat seseorang yang mencurigakan?" " kenapa papa bertanya seperti itu? Bella baik - baik saja" " papa sangat hafal dengan tingkahmu jika Kau merasa ada sesuatu yang tidak beres" " Papa jangan berfikir yang macam - macam. Bella baik - baik saja" tidak beberapa lama pelayan datang membawakan menu. setelah memesan makanan, kami melanjutkan obrolan hingga aku melihat Martin keluar dari Restoran  " Bella, Kau melanin lagi. Ada apa denganmu? apa Kau ada masalah?" " Sudah Bella katakan jika bella tidak ada masalah" " papa tidak ingin nanti malam konsentrasimu terganggu Karena Kau memiliki masalah pribadi" " papa tenang saja, nanti malam Bella bisa mengatasi semuanya" " baiklah kalau begitu, papa percaya padamu jika Kau bisa diandalkan untuk menjalankan perusahaan keluarga kita" Aku berharap nanti malam bisa mengurus bisnis keluarga dengan lancar Dan tanpa hambatan *** MARTIN POV Aku membelikan makanan untuk Diana makan malam karena nanti malam aku tidak bisa makan malam bersamanya Karena harus menghadiri pertemuan bisnis dengan klien " Diana, aku baru saja membelikanmu makanan untuk Kau makan malam nanti. maaf jika nanti aku tidak bisa makan malam bersamamu Karena aku harus menghadiri pertemuan bisnis dengan klienku" " tidak apa - apa Dan aku berterima kasih Karena Kau sudah membelikanku makanan untuk makan malam nanti" " sebaiknya nanti malam Kau jangan pergi kemana - kemana Karena aku takut jika Kau pergi sendirian maka Kau akan tersesat" " Kau tenang saja, aku tidak akan pergi kemana - mana tanpamu" " Baiklah kalau begitu, aku ingin mempersiapkan bahan untuk menghadiri pertemuan bisnis nanti malam" Aku mempelajari dokumen yang akan aku bahas untuk pertemuan nanti malam. tidak terasa waktu menunjukkan pukul enam sore Dan aku mulai bersiap - siap untuk menghadiri pertemuan nanti malam *** BELLA POV Entah kenapa malam ini jantungku berdebar sangat kencang Dan rasanya aku sangat gugup. hampir setengah jam kami menunggu klien tetapi ia belum juga muncul. tiba - tiba aku melihat Martin masuk ke dalam restoran Dan betapa terkejutnya aku ketika ia berjalan ke arah kami. aku bisa melihat ekspresi wajah Martin yang tidak terbaca Dan sepertinya ia berusaha menyembunyikan keterkejutannya saat bertemu denganku " Selamat malam Tuan Martin Alvaro Fernandez. sangat senang bisa bertemu dengan anda. perkenalkan ini putri saya, Isabella yang menggantikan posisi saya sebagai direktur" " Senang bertemu dengan anda" Martin mengulurkan tangannya Dan aku menjabat tangannya. aku merasa seluruh tubuhku reminding saat bersentuhan dengan tangannya Dan aku buru - buru melepas tanganku. lalu kami mulai membahas proyek yang akan kami tangani Dan aku bersyukur Martin mau bekerja sama dengan perusahaanku " terima kasih anda mau bekerja sama dengan perusahaan kami." " Saya sangat senang bisa menjalin bisnis dengan perusahaan anda" Aku bisa melihat tatapan Martin yang tajam ke arahku Dan aku berusaha mengalihkan pandangan dari tatapannya. tidak beberapa lama, makan malam berakhir Dan aku bersyukur Karena terbebas dari tatapan tajam Martin yang membuatku gugup dan Salah tingkah terhadapnya " papa perhatikan sedari tadi Kau terlihat Salah tingkah saat berbicara di depan Martin. apa Kau menyukainya?" " Itu tidak mungkin! sampai kapanpun tidak ada pria yang bisa menggantikan Brady di hati Bella!" " Sampai kapan Kau terus berharap terhadap pria yang tidak pernah mencintaimu? papa tidak ingin melihat Kau menderita. papa ingin Kau hidup bahagia Bersama pria yang mencintaimu. apa Kau tidak ingin memberi papa Dan mama seorang cucu?" Aku langsung terdiam mendengar pertanyaan papa yang membuatku semakin merasa bersalah. ku akui dari dulu papa Dan mama menyuruhku untuk cepat menikah Karena mereka sangat menginginkan seorang cucu dariku tetapi aku belum bisa memberikan apa yang mereka inginkan " Maafkan Bella Karena belum bisa memberikan apa yang papa Dan mama inginkan" papa memelukku dengan erat ketika aku menangis Dan aku tau papa sangat menyayangiku Dan tidak menginginkan aku bersedih " Kau tidak perlu merasa bersalah terhadap mama Dan papa. kami tidak ingin melihat Kau bersedih. kami hanya ingin melihatmu bahagia. itu saja yang kami inginkan" Papa menghapus air mataku dan rasanya aku sangat bersyukur memiliki orang tua yang baik dan sangat menyayangiku *** MARTIN POV Aku tidak menyangka jika klien ku adalah Bella, mantan kekasihku yang dulu pergi meninggalkanku Dan lebih memilih menikah dengan pria lain.  " Akhirnya Kau pulang juga. kenapa Kau terlihat pucat seperti itu? apa tadi ada masalah?" " tidak ada masalah, semuanya berjalan dengan lancar" " baguslah kalau begitu. aku senang mendengarnya" " Aku ingin istirahat. aku sangat lelah Dan ingin tidur. apa Kau sudah makan malam?" " Aku sudah makan malam. istirahatlah supaya bisa bangun besok pagi" " Baiklah, aku tidur dulu. Selamat malam Diana" Akhirnya aku beristirahat sambil mencoba melupakan bayangan wajah Bella di pikiranku *** VILMA POV Aku merasa tadi malam Martin mengalami masalah Dan ia tidak ingin memberitahuku tentang masalah yang dihadapinya. tapi pagi ini aku melihat Martin terlihat sangat segar Dan bersemangat. ia mengajakku lari pagi di sebuah Taman yang tidak jauh dari apartment " Rasanya sangat menyenangkan bisa lari pagi. aku sudah lama tidak berolahraga Karena terlalu sibuk mengurus pekerjaanku" " aku senang bisa menemanimu berolahraga Dan aku sangat senang jika Kau mengajakku untuk berjalan - jalan sambil melihat pemandangan Kota New York" " Siap tuan putri, saya akan mengajak anda untuk mengelilingi Kota New York" Aku sangat senang ketika Martin mengajakku mengelilingi Kota New York. rasanya suatu saat nanti aku sangat ingin tinggal di New York bersama orang - orang yang kucintai
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD