BAB 8

1210 Words
MARTIN POV Hari ini aku mengajak Diana untuk bertemu dengan orang tuaku. Diana terlihat sangat senang sekali saat bertemu dengan orang tuaku. mereka menyambut kedatangan Diana dengan baik " Martin, akhirnya Kau pulang ke rumah. mama Dan papa sangat merindukanmu. siapa wanita yang Kau ajak kesini?" " Perkenalkan namanya Diana. dia teman Martin" " Selamat datang ke rumah kami. silakan masuk" Mama mempersilakan kami untuk masuk Dan Diana terpukau melihat rumah orang tuaku yang sangat mewah Dan luas " Tunggu sebentar, mama buatkan kalian minuman" Aku mengajak Diana mengobrol sejenak sampai mama membawakan minuman untuk kami " kami kesini Karena diana sangat ingin bertemu dengan mama" " benarkah? kebetulan Kau kesini, tante kemarin membuat kue kering. siapa tau Kau suka" Mama members satu toples kue kering kepada diana Dan ia sangat senang menerima pemberian dari mama " terima kasih tante. seharusnya tante tidak usah repot - repot" " tante tidak merasa repot. justru tante senang melihat kalian datang kesini menjenguk tante Dan om" Setelah berbincang dengan mama Dan papa, aku langsung mengantar Diana pulang ke rumah. lalu aku pergi ke Kantor untuk menyelesaikan pekerjaanku *** VINCENT POV Aku sangat bodoh Karena selama ini aku ditipu oleh Vero. ia membawa semua uangku Dan saat ini aku tidak memiliki apapun. beruntung orang tuaku mau membantuku sehingga aku mulai usaha dari awal. tiba - tiba aku teringat oleh Vilma Dan aku sangat merindukannya. aku menyesal telah mengecewakannya selama ini Dan aku mulai menyadarinya jika aku sangat mencintainya Aku memutuskan untuk pergi ke rumahnya Dan saat aku tiba disana, aku melihat rumah Vilma kosong Dan tidak berpenghuni. akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke Kantor Dan mencoba untuk menghubunginya tetapi ponselnya tidak aktif. rasanya hatiku tidak bisa tenang memikirkannya *** BELLA POV Entah kenapa saat tiba di New York, aku merasa Brady berada disini. aku sudah berusaha mencoba menghubunginya tetapi tidak pernah ia merespon. akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke apartemennya Dan saat tiba disana, aku sangat terkejut melihat seorang wanita yang hanya menggunakan baju tidur membuka pintu Dan ia adalah wanita yang pernah mengaku punya hubungan dengan Brady " Ada apa Kau kesini?" " Diana Brady? aku ingin bertemu dengannya!" " Brady sedang tidak ada Dan sebaiknya Kau pulang saja Karena ia tidak membutuhkanmu!" " Kurang ajar Kau!" Aku menjambak rambut wanita itu hingga ia meringis kesakitan. tiba - tiba Brady datang Dan mencoba melerai kami hingga akhirnya aku melepaskan tanganku dari rambut wanita itu " Apa - Apaan Kau! jangan sekali - sekali Kau menyakiti kekasihku!" Rasanya hatiku hancur mendengar perkataan Brady yang menyakitkan Dan ia membawa wanita itu masuk ke dalam apartemennya. aku tidak menyangka jika Brady sekasar itu padaku Dan aku memutuskan untuk pergi dari apartemennya dengan perasaan yang hancur berkeping - keping *** DAISY POV Aku sangat senang ketika Brady mengusir wanita itu meskipun kepalaku masih terasa sakit " daisy, apa Kau baik - baik saja?" " Kepalaku masih terasa sakit" " sebaiknya Kau beristirahat saja. aku tadi membelikanmu makanan jika Kau lapar" Aku memeluk Brady dengan sangat erat Dan ia membalas pelukanku " terima kasih Kau sangat perhatian padaku. aku sangat mencintaimu" Brady terdiam cukup lama hingga ia melepas pelukanku. lalu ia menyuruhku untuk beristirahat di kamar " istirahatlah di kamar. aku akan melanjutkan pekerjaanku" Akhirnya aku menuruti Brady untuk beristirahat di kamar. tiba - tiba ponselku berbunyi Dan aku sangat terkejut ketika mengetahui Max menelfonku. aku langsung mematikannya tetapi ia mencoba menghubungiku Dan aku langsung mematikan ponselku Dan mencoba untuk beristirahat *** MAX POV Aku sangat kesal ketika Daisy mematikan telfonku Dan aku memutuskan untuk pergi ke apartemennya. saat tiba disana, aku mencoba untuk menemuinya Dan aku bersikap waspada saat bertemu dengan pria yang tinggal bersama Daisy " Siapa anda?" " saya ingin menemui Daisy" " Ada urusan apa anda dengan kekasih saya?" Sudah kuduga jika pria yang berada di depanku adalah kekasih daisy yang baru. Aku berusaha bersikap tenang agar tidak terjadi keributan " Ada urusan penting yang harus saya bicarakan dengannya" " Maaf, saat ini Daisy tidak bisa ditemui. jika ada pesan, anda bisa menyampaikan kepada saya" " sepertinya lain kali saja saya kesini. kalau begitu saya permisi" Aku langsung pergi meninggalkan pria itu Dan aku berjanji dengan diriku sendiri tidak akan membiarkan Daisy hidup bahagia Bersama pria lain *** BRADY POV Aku penasaran dengan pria yang mencari daisy. aku merasa pria itu seperti menginginkan sesuatu dari daisy Dan aku harus menanyakan hal ini pada daisy " Daisy, tadi ada seorang pria yang mencarimu" Daisy terlihat sangat terkejut saat mengetahui ada seorang pria yang mencarinya " apa ia menyebutkan nama?" " ia tidak menyebutkan nama, hanya saja ia tadi sepertinya ingin membicarakan sesuatu padamu" " Oh ya?" " Dia seperti mengenalmu. apa Kau punya kenalan di New York?" " Aku tidak punya kenalan di New York. kenapa Kau berpikir seperti itu?" " Karena aku merasa ia menginginkan sesuatu darimu" " itu hanya pikiranmu saja" " aku tidak ingin ada yang ditutup - tutupi dariku. aku ingin Kau terbuka padaku tentang apapun" " Aku mengerti maksudmu Dan Kau tenang saja, aku tidak menyembunyikan apapun darimu" " baguslah kalau begitu" Entah kenapa aku merasa Daisy menyembunyikan sesuatu dariku Dan aku harus mencari tau tentang hal itu **** VILMA POV Tidak terasa sudah sebulan aku tinggal di rumah Martin. aku merasa betah berada disini meskipun sampai saat ini ingatanku belum kembali  " Diana, kenapa Kau melamun? apa Kau memikirkan sesuatu?" " Aku sangat ingin ingatanku kembali. rasanya tidak enak jika seperti ini" " Aku yakin ingatanmu tidak lama lagi pulih. Kau harus bersabar" " terima kasih atas semangatnya. Kau memang pria yang sangat baik" " Sudah lama aku tidak puji oleh seorang wanita cantik sepertimu" " Benarkah? pasti Kau bercanda!" " Aku tidak bercanda, Diana. aku serius" tiba - tiba Martin mendekatiku Dan aku merasa ia akan menciumku. aku berusaha memejamkan Mata Dan tiba - tiba ponsel Martin berbunyi Dan ia langsung pergi menjauh dariku. entah kenapa aku merasa kecewa saat ia menjauh dariku  *** MARTIN POV Hampir saja aku mencium Diana jika saja Felix tidak menelfonku. ia memberitahu jika aku harus berangkat ke New York untuk bertemu dengan klien Dan aku memikirkan Diana jika ia ku tinggal sendiri di rumah pasti ia sangat ketakutan " Martin, minggu depan Kau harus menghadiri pertemuan dengan klien di New York" " Yang benar saja?! aku harus kesana minggu depan?!" " Kenapa Kau sangat terkejut seperti itu?! bukannya Kau selalu setuju jika menghadiri pertemuan di luar negeri?" " Maaf, aku Banyak pikiran dan rasanya aku sangat enggan untuk berangkat kesana" " Kau jangan seperti itu. proyek ini sangat penting bagi kemajuan perusahaan kita" " Iya aku tau. baiklah, kau pesankan dua tiket untukku" " Kau ingin berangkat dengan siapa?" " Nanti aku kirim pesan padamu. aku sangat sibuk hari ini" " baiklah kalau begitu, aku tunggu pesanmu" setelah selesai menelfon, aku memberitahu Diana untuk ikut berangkat ke New York bersamaku dan ia sangat terkejut mendengar keputusanku " Diana, minggu depan aku harus menghadiri pertemuan dengan klien di New York dan aku mengajakmu untuk berangkat bersamaku" " Apa aku tidak Salah mendengar? Kau ingin mengajakku untuk pergi bersamamu ke New York?" " Kau tidak salah mendengar. aku serius mengajakmu ke New York. aku harap Kau tidak menolak keinginanku" " Baiklah, terserah Kau saja" " bagus kalau begitu, jadi aku tidak sendirian berangkat kesana" " memangnya selama ini Kau terbiasa berangkat sendiri ke luar negeri?" " iya, terkadang aku mengajak asistenku untuk ikut" " Apa Kau sudah lama sendiri?" Aku tertegun mendengar pertanyaan yang diajukan Diana padaku dan aku berusaha menjawab dengan sejujur - jujurnya " Lumayan lama, terakhir kali aku berhubungan dengan seorang wanita saat mantan kekasihku meninggalkanku karena ia menikah dengan pria lain" " Maafkan aku, tidak seharusnya aku bertanya seperti itu" " tidak apa - apa. Kau tidak usah meminta maaf. Kau tidak melakukan kesalahan apapun padaku" Diana tersenyum padaku dan senyumannya membuat hatiku bahagia dan rasanya aku ingin memilikinya di dalam hidupku
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD