DLE-24

1104 Words

° ° "Jadi, cowok cupu itu kamu?" Aku melotot dengan suara memekik namun tertahan. Andes mengangguk, wajahnya tertunduk, hanya menatap tautan di jemarinya. "Tapi bisa ya berubah kayak sekarang? Beda banget, Ndes!" Aku masih tak percaya tapi bisa juga hal itu benar adanya. "Terus, sekarang kamu masih benci Ayahku? Kamu pengen bunuh dia?" mungkin sekarang kedua biji kelereng ku melompat-lompat menelisik wajah cowok di hadapanku. "Iya kali bunuh mertua? Sebrengseknya aku, masih punya hati! Harus aku bunuh Ayah dari istri yang aku sayang?" Andes menjadikan sebelah tangannya bantalan kepalanya. "Aku serius, Ndes." "Emangnya siapa yang bercanda?" dia menatapku, melekatkan tanganku dipipinya. "Lalu waktu kita nikah, apa Ayahku dan Bundamu nggak saling kenal?" tanyaku penasaran.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD