DLE-29

1197 Words

° ° ENTAH bagaimana aku bisa memaafkan dan malah dekat dengan seorang Bebi. Dia sungguh tak putus asa meraih maafku. Awalnya kudiamkan saja, menolak tidak, menerima dia berkeliaran disekitar kami pun tidak. Aku selalu menampakkan wajah dingin dan datar saat berhadapan dengan makhluk satu itu. Suatu hari, Andes tak bisa menemaniku ke dokter untuk kontrol. Ada beberapa deal yang terbengkalai sejak aku melahirkan. Andes jadi super sibuk. Bebi biasa disuruh Andes sekedar menengokku atau membawakan makanan favoritku. "Kenapa Saga, Shy?" tanyanya ikutan panik saat Saga tak berhenti menangis. "Nggak tahu. Demam nih," sahutku. Bebi menempelkan tangannya di dahi Saga. Dahinya mengernyit. "Panas banget. Ayo ke dokter!" Dengan sigap dia membereskan beberapa perlengkapan Saga, mulai dari pop

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD